ACT

Santri asal Banjarbaru Tewas Ditusuk, Walikota-Wakil Walikota Doakan Husnul Khatimah

472

INSIDEN tewasnya Mohammad Roznian, santri asal Banjarbaru yang tengah mondok di Pesantren Husnul Kotimah Manis, Jalaksana Kuningan pada Jumat (6/9/2019), sekitar pukul 20.30 WIB di seberang Gramedia, Jalan Cipto Mangunkusumo, Cirebon, mengundang keprihatinan.

BERDASAR laporan Kapolsek Cirebon Utara Barat, Kompol Ali Mashar, korban yang bernama Mohammad Rozian, kelahiran Banjarmasin, 14 Januari 2020 merupakan santri Ponpes Husnul Kotimah, Kuningan, Jawa Barat.

Korban sendiri beralamat Jalan Puyau 25, Komplek Ratu Elok Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Informasi tewasnya santri asal Banjarbaru ini beredar luas di group WA hingga mengundang ucapan belasungkawa.

Dari kronologi kejadian, korban Roznian bersama temannya, Qisthan Gazhi tengah duduk di pinggir Jalan depan Bank Mandiri Syariah, seberang Toko Gramedia Jalan Cipto Mangunkusomo. Mereka tengah menunggu kedatangan ibu korban dari Kalimantan Selatan yang bermaksud menengok.

BACA : Jalan Dakwah Syekh Ali Junaidi Al Banjary, Sebarkan Islam ke Negeri Serawak dan Berau

Tiba-tiba datang dua orang tak dikenal menggunakan motor matic menghampiri korban dan saksi. Salah satu pelaku mengenakan kaos putih, celana jins dan tato di leher tanpa banyak bicara langsung menghardik.

Dia menuduh korban dan saksi telah memukuli temannya. Namun dijawab korban, tidak tahu. Lantas, pelaku mengarahkan pisau ke dada korban, hingga jatuh ke tanah bersimbah darah. Teman korban pun meminta tolong.

Tak lama ibu korban datang ke lokasi. Melihat anaknya diduga menjadi korban keganasan geng motor, sang ibu langsung membawa putranya ke RS Gunungjati Kota Cirebon. Karena kehabisan darah, nyawa korban tak tertolong lagi akibat luka tusuk di dada sebelah kanan, dan sempat muntah darah beberapa kali.

Pihak Polres Cirebon Kota dan Polsek Cirebon Utara Barat pun langsung berkoordinasi mengejar pelaku penusukan terhadap santri asal Banjarbaru.

BACA JUGA : Gandeng Insida, Pemkab Banjar Ingin Kembalikan Martapura Serambi Makkah

Anggota DPRD Banjar Ahdiat Nurhan mengungkapkan telah melayat ke rumah duka. Ia menceritakan dirinya berteman dengan ayah korban, Ustadz Mabrur Lc MA.

“Korban adalah anak baik. Kami turut berduka cita atas peristiwa yang menimpa anak kawan kami tersebut. Ya, korban diduga ditusuk anggota geng motor dan nyawanya tidak tertolong,” ucap legislator PKS ini kepada jejakrekam.com, Sabtu (7/9/2019).

Walikota Banjarbaru Nadjmi Adhani pun mengaku sangat terkejut mendengar ada warganya yang menjadi korban dan meninggal dunia oleh aksi kejahatan. Apalagi, menurut dia, korban adalah seorang santri yang sedang menuntut ilmu di Cirebon, Jawa Barat.

“Saya sebagai Walikota Banjarbaru dan juga secara pribadi serta keluarga turut berduka cita atas peristiwa ini. Kami mendoakan  semoga almarhum diterima di sisi Allah SWT sebagai anak yang sholeh, dan kepada orangtuanya diberikan ketabahan dan kekuatan,” tutur Walikota Nadjmi Adhani.

Mantan Camat Landasan Ulin mengungkapkan dirinya mengenal keluarga almarhum dan ibunya adalah teman istrinya sejak bekerja di Fakultas Perikanan Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarbaru.

Begitu pula, Wakil Walikota Banjarbaru Darmawan Jaya Setiawan meyakini almarhum mendapat pahala jihad, karena tengah menuntut ilmu agama. “Dalam agama Islam, jelas bagi para penuntut ilmu yang meninggal dunia itu sama dengan berjihad di jalan agama. Semoga almarhum mendapat pahala jihad dan husnul khatimah,” kata Jaya.

Menurut dia, kematian seorang putra tentu merupakan ujian yang berat diterima ayah dan bunda korban. “Kami mendoakan semoga pihak keluarga korban tabah dan sabar dalam menjalani ujian ini. Saya atas nama pribadi dan Wakil Walikota Banjarbaru turut berbela sungkawa yang mendalam. Insya Allah, almarhum husnul khatimah,” tandasnya.(jejakrekam)

 

 

Penulis Syahminan
Editor Didi GS

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.