Jadi Penyangga IKN Baru, Akademisi ULM Sebut Kalsel Butuh Pemimpin Kuat

PRESIDEN Joko Widodo resmi menunjuk Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) sebagai ibukota negara (IKN) yang baru, tepatnya berada di sebagian wilayah Kabupaten Kutai Kertanegara dan Penajam Paser Utama (PPU). Provinsi Kalimantan Selatan sebagai daerah perbatasan harus bersiap diri menjadi daerah penyanggara ibukota negara yang baru.

“PERSIAPAN yang harus dilakukan Kalsel adalah aspek sumber daya manusia (SDM), ketersediaan pangan dan tentu saja jasa. Sebab, Kalsel merupakan wilayah lintasan antar Kalimantan, persisnya berada di tengah-tengah,” ucap pakar komunikasi FISIP Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Dr Fakhriannor dalam diskusi kebangsaan digelar LSM Sasangga Banua di Rumah Makan Mie Agus Sasirangan, Banjarmasin, Jumat (6/9/2019) malam.

Menurut Fakhriannor, hingga kini justru Kalsel seakan belum bersiap diri, terutama dalam menyiapkan SDM yang unggul, karena pemindahan ibukota itu berlangsung dalam lima tahun ke depan, bukan waktu yang lama. “Ini juga menyangkut dengan kepemimpinan kepala daerah kita di Kalsel, apakah mereka sudah menyiapkan diri untuk itu?” cecar doktor jebolan Universitas Padjadjaran Bandung ini.

BACA : Ibnu Sina: Dandim Berpangkat Kolonel untuk Sambut Kalimantan Ibukota Negara

Menurut dia, sebagai daerah penyangga, Kalsel membutuhkan pemimpin yang berintegritas dan kapabelitasserta punya karakter kuat, bukan hanya untuk memimpin lima tahun ke depan, tapi belasan tahun ke depan.

“Dalam menghadapi suksesi 2020 ini, harusnya muncul tokoh-tokoh baru yang memiliki integritas dan kepemimpinan yang bagus. Itulah yang dibutuhkan Kalsel agar mampu bersaing dengan daerah lain,” cetusnya.

BACA JUGA : Kalimantan Jadi Ibukota Negara, Telkom Hubungkan Fiber Optik

Argumen dosen muda FISIP ULM itu langsung ditepis Ketua Sasangga Banua, Syahmardian yang menyoroti soal ketahanan pangan dan sumber daya energi Kalsel yang masih belum memuaskan. Ini karena sumber-sumber ekonomi justru masih dikuasai sekelompok orang.

“Ini belum lagi kita bicara SDM lokal Kalsel dalam menggarap pekerjaan dalam bidang sumber daya alam (SDA) yang kaya. Faktanya, justru banyak SDM itu berasal dari luar Kalsel. Ini bukan rahasia umum lagi,” tandasnya.(jejakrekam)

Penulis Asyikin
Editor Didi GS
Subscribe to our newsletter
Sign up here to get the latest news and updates delivered directly to your inbox.
You can unsubscribe at any time