Asap Makin Pekat, ACT Kalsel Bagikan Masker

MUSIM kemarau yang melanda Indonesia tahun ini dinyatakan BMKG lebih kering dari tahun sebelumnya. Selain persoalan kekeringan, kebakaran hutan dan lahan juga terjadi di beberapa provinsi, termasuk di Kalimantan Selatan. Berdasarkan data SiPongi KLHK hingga Agustus, luas kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Selatan mencapai 4670 hektar.

DAMPAK asap yang ditimbulkan dari kebakaran hutan dan lahan semakin terasa dari hari ke hari. Seperti yang terjadi pada Jumat (6/9/2019) kemarin. Sebagian wilayah Banjarbaru dan Kabupaten Tanah Laut diselimuti asap tebal.

Bahkan, beberapa sekolah harus diliburkan. Merespon kejadian tersebut, Sabtu (7/9/2019) pagi tim respon karhutla ACT Kalimantan Selatan bergerak membagikan masker ke Desa Pandahan Kecamatan Bati-bati, Kabupaten Tanah Laut. Sebanyak 340 masker dibagikan kepada warga, anak-anak sekolah dan pengendara pengguna jalan.

BACA: Offroader Tapak Borneo 4×4 Part 2 Bantu Padamkan Karhutla di Tanah Laut

Koordinator Tim Muhammad Riadi menjelaskan bahwa Desa Pandahan merupakan titik terdampak asap yang cukup parah. “Sejak kemarin kabut asap di sini sangat pekat, sehingga mengganggu aktifitas masyarakat termasuk anak-anak sekolah dan pengguna jalan,” ujarnya. “Semoga masker yang kami bagikan hari ini bisa membantu mengantisipasi dampak asap terhadap kesehatan warga,” imbuhnya.

Lebih lanjut Riadi bercerita, selain pembagian masker tim respon karhutla ACT Kalsel juga telah melakukan aksi berupa pemadaman api di beberapa lokasi di Kalimantan Selatan. “Sejak sebulan yang lalu kami juga ikut melakukan pemadaman api di Desa Jejangkit, Desa Pinang Habang, dan di Bati-bati,” terangnya.

Aksi pagi itu juga berkolaborasi dengan PMI dan BPBD Tanah Laut. Tak hanya berbagi masker, tim relawan juga melakukan pemadaman titik-titik api yang masih terlihat. Kepala Pelaksana BPBD Tanah Laut Muhammad Kusri menyebutkan luas lahan yang terbakar di Desa Pandahan mencapai 10 hektar. “Kemarin kami sudah melakukan pemadaman, namun pagi ini titik api kembali muncul sehingga kami juga membawa unit pemadam,” ujarnya.

Muhammad Kusri juga menghimbau kepada warga untuk bersama-sama mencegah kebakaran hutan dan lahan. “Ini sudah masuk pada puncak kemarau sehingga kejadian kebakaran cukup tinggi, maka semua pihak harus waspada untuk mencegah kebakaran,” ucapnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Kepala Cabang ACT Kalimantan Selatan Zainal Arifin. “Musim kemarau panjang menyebabkan kekeringan dimana-mana, sehingga lahan dan hutan mudah terbakar, terlebih di lahan gambut. Maka mari bersama-sama menjaga agar tidak terjadi kebakaran lahan, karena dampak asap berakibat buruk untuk kesehatan kita semua,” ujarnya.

Zainal juga mengapresiasi kerja-kerja relawan yang selama ini sigap merespon dampak karhutla. “Salut untuk para relawan yang mendedikasikan waktu dan tenaga, semoga selalu diberi kesehatan dan dibalas dengan kebaikan yang jauh lebih baik,” pungkasnya.(jejakrekam)

Penulis Retno Sulestiyani
Editor Fahriza