Almarhum Putra Dosen UIN Antasari-ULM yang Dikenal Anak Berbakti

MANTAN Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Dr Abrani Sulaiman mengakui santri yang syahid ditusuk geng motor di Kota Cirebon merupakan putra pasangan suami yang merupakan dosen di perguruan tinggi ternama di Kalsel.

DALAM grup WA Dakwah dan Sejarah NU Kalsel, Sabtu (7/9/2019),  Abrani Sulaiman membenarkan jika Akhmad Rozien santri asal Banjarbaru yang tengah mondok di Pesantren Husnul Khotimah, Kuningan, Jawa Barat merupakan putra pasangan Ustadz Mabrur Lc MA (dosen Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Antasari) serta Dr Hj Indira Fitriliyani (dosen Fakultas Perikanan Kelautan Universitas Lambung Mangkurat).

“Kejadiannya pas ketika ibu Indira menengok putranya ke daerah almarhum nyanti. Kejadiannya saat almarum menjemput ibunya. Alfatihah.  Semoga dicatat sebagai syahid di jalan-Nya, karena ananda Rozien sedang menuntut ilmu di Ponpes Husnul Khotimah,” tulis Abrani Sulaiman.

BACA : Anggota DPR RI Desak Polisi Tangkap Pelaku Penusukan Santri Asal Banjarbaru

Dosen senior Fakultas Pertanian ULM ini juga mengutip informasi dari WA Group, pada Jumat (6/9/2019), almarhum Rozien mendapat izin untuk menjemput ibunya yang datang dari Banjarmasin. Kedatangan sang ibu untuk hadir pada pertemuan walisantri kelas XII Ponpes Husnul Khotimah pada Ahad (8/9/2019).

Sesaat ketika hendak berjumpa ibunya, almarhum didatangi preman dan dipalak. Ketika teriak minta tolong, almarhum Rozien malah ditusuk oleh preman tersebut. Darah pun mengucur.

Ananda Rozien ditusuk hanya beberapa saat sebelum mobil grab ibunya tiba di titik pertemuan. Sang ibu melihat ada kerumunan, dan mengenali sandal yang dipakai almarhum. Dengan sigap, ibunya menggendong korban untuk dibawa ke UGD Rumah Sakit Gunungjati di Cirebon. Namun, nyawa almarhum tak bisa tertolong lagi, hingga menghembuskan nafas terakhir.

“ Innalillaahi wa inna ilaihi raji’uun. Allaahummaghfirlahu warhamhu wa’afihi wa’fuanhu. Semoga Ananda Rozien, husnul khatimah dan syahid di jalan Allah. Aamin,” tulis Abrani Sulaiman.

Jenazah kemudian disemayamkan dan dishalatkan di Ponpes Husnul Khatimah Kuningan. Kemudian dibawa ke bandara untuk dimakamkan di Banjarbaru.

Pukul 03.00 WIB, Muhammad Rozien dishalatkan. Hampir seluruh santri ikut menshalatkan, semua terisak, apalagi tatkala sang ibu korban memberikan sambutan.Dalam kesaksiannya, sang ibu bersaksi bahwa anak-anaknya mencintai Ponpes Husnul Khotimah dan apa-apa yang ada di dalamnya. Ia juga bersaksi bahwa anaknya adalah anak yang berbakti kepada orangtua.

BACA JUGA : Santri Asal Banjarbaru Tewas Ditusuk, Walikota-Wakil Walikota Doakan Husnul Khatimah

Di akhir hidupnya, almarhum tidak mau menyusahkan orangtua. Itu terbukti dialah yang meminta sang ibu untuk menunggu di seberang jalan. Agar dia yang menghampiri. Agar mobil yg membawa ibunya tidak berputar lagi.

Tapi di tengah dia menghampiri ibunya itulah, seseorang menusuk bagian dada agak ke bawah. Sebelum kembali ke Kalimantan, Ummi Rozien memberikan bingkisan. Beliau berpesan untuk memberikan bingkisan itu kepada teman-temannya di kamar Rozien.

Ternyata itu adalah oleh-oleh. Rozien meminta umminya agar membawakan oleh-oleh untuk teman-temannya. Jam 04.00 WIB kurang sedikit, jenazah dibawa ke Bandara Soeta untuk seterusnya dipulangkan ke Banjarbaru, Kalimantan Selatan.(jejakrekam)

 

Penulis Syahminan/Didi GS
Editor Didi GS