Offroader Tapak Borneo 4×4 Part 2 Bantu Padamkan Karhutla di Tanah Laut

KEKERINGAN akibat musim kemarau panjang mengakibatkan sejumlah lahan di Kalimantan Selatan terbakar. Penanganan kebakaran dilakukan sejumlah pihak agar kebakaran tidak semakin meluas yang akan merugikan masyarakat.

SAAT ini sejumlah titik api yang terpantau satelit bermunculan di sejumlah wilayah di Kalimantan Selatan. Kebakaran lahan dan hutan (karhutla) menjadi perhatian serius satgas karhutla di Kalsel, termasuk pihak lainnya yang peduli terhadap bahaya dari kebakaran lahan.

Selain pemerintah yang sangat serius menangani karhutla, sebagian masyarakat juga turut serta melakukan pencegahan dan pemadaman lahan yang terbakar. Salah satu diantaranya, aksi spontanitas peserta offroad dari IKM yang ketika dalam perjalanan melihatnya kebakaran lahan dan langsung memadamkannya secara bersama-sama.

Peserta Offroad Tapak Borneo 4×4 Part 2 dari IKM yang juga Danyon 623/BWU Letkol Inf Roy Fakhrul mengatakan, pada Sabtu (31/8/2019) sore lalu, ada kebakaran lahan di Desa Martadah, Kecamatan Tambang Ulang, Tanah Laut.  Lokasi kebakaran tepat di samping jalur yang akan dilewati para offroader.

“Kita bersama para offroader secara spontan menghentikan kegiatan offroad dan memadamkan api yang membakar kawasan hutan dan laham dengan alat seadanya,” jelas perwira TNI AD ini, kepada jejakrekam.com.

Letkol Inf Roy Fakhrul mengaku senang, sebab para offroader ternyata penuh semangat memadamkan api yang membakar lahan. Semangat kebersamaan para offroader tidak hanya sebatas olahraga offroad, tetapi juga peduli terhadap karhutla dan turut serta mengantisipasi serta memadamkan api.

“Saya bangga dengan para offroader yang tergabung dalam Tapak Borneo 4×4 Part 2 yang tanpa harus dikomando turun ke lapangan menghadapi Karhutla agar tidak meluas,” tegasnya.

Terpisah, H Agus Maulana pimpinan IKM mengungkapkan, semua peserta offroad terlibat dalam upaya pemadaman lahan yang terbakar di Desa Martadah.

“Semua peserta offroad kompak menghentikan perjalanan untuk membantu memadamkan api yang membakar lahan. Setelah sekitar 1 jam lebih api berhasil disadamkan, barulah kami melanjutkan perjalanan,” pungkasnya.(jejakrekam)

Penulis H Syahminan
Editor Andi Oktaviani