Kaltim Jadi Ibukota Negara yang Baru, Ada Dampaknya bagi Kalsel?

Oleh : Muhammad Reza Hikmatullah

SENIN 26 Agustus 2019 merupakan hari bersejarah bagi Republik Indonesia atau 8 hari setelah diumumkan oleh Presiden Republik Indonesia, Widodo terkait keinginannya memindahkan ibukota negara (IKN) Indonesia dari DKI Jakarta ke Kalimantan.

TAK berselang lama, hari yang dinanti pun tiba bahwa Kalimantan Timur (Kaltim) menjadi pilihan pemindahan IKN yang baru tersebut. Sebagian Kabupaten Penajam Paser Utara dan sebagian Kabupaten Kutai Kartanegara di Provinsi Kalimantan Timur, menjadi titik lokasi rencana tersebut.

Hal itu sedikit banyaknya berimbas dengan Provinsi tetangga Kalimantan Selatan. Karena letak kabupaten tetangga yang masuk wilayah Kalimantan Selatan juga bertetangga dengan Kabupaten Tanah Bumbu dan Kabupaten Tabalong.

Untuk Kabupaten Tanah Bumbu, letak lokasi berbatasan juga dengan Kabupaten Tanah Laut dan Kabupaten Hulu Sungai Selatan, bahkan juga Kabupaten Banjar tidak kalah dekatnya dalam letak wilayahnya.

BACA : JATAM Kaltim: Lubang Tambang di Lokasi Ibukota Baru, Kembali Makan Korban

Juga Kabupaten Tabalong bertetangga dengan Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) dan Kabupaten Balangan serta dampak yang dirasakan berdekatan dengan sebagian wilayah di Provinsi Kalimantan Tengah.

Untuk semua daerah tersebut, tentu harus segera berbenah dan merancang persiapan untuk ke depanadanya dampak IKN pindah ke Kalimantan Timur. Tonjolkan kearifan lokal daerah setempat dengan mempercantik dan menyesuaikan dengan kemajuan zaman.

BACA JUGA : Pemindahan Ibukota ke Kukar-PPU Jangan Sampai Rusak Hutan Kalimantan

Sektor pariwisata, kuliner dan sektor lainnya yang tidak ada di daerah lainnya harus bisa menjadi nilai lebih dan nilai tawar yang harus dijaga. Termasuk, dipertahankan serta dibenahi dan dievaluasi agar persaingan secara sehat terjadi. Daya tawar menawar daerah sekitar akan berpengaruh nantinya.

Jangan terlambat mempersiapkan apalagi terlena dalam menyikapi keputusan dari Presiden Jokowi tersebut. Jelas, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dengan kabupaten terdekat tersebut harus duduk bersama membahas yang menjadi keunggulan dan keuntungan yang secara tidak langsung akan berimbas ke daerah-daerah tersebut.

BACA LAGI : Bukan Hanya Fisik, Pemindahan Ibukota Harus Perhatikan Faktor Non-fisik

Serta iklim baru akan terasa apabila nanti waktunya pemindahan itu terjadi. Bagaimana kebudayaan dan komunikasi dan lain sebagainya akan mengalami kemajuan dan perkembangan mengikuti kondisi zaman sekarang yang canggih akan teknologi.

Ditambah penduduk dari ibukota sebelumnya dan sekitarnya akan berbondong-bondong ke tempat yang baru. Setidaknya mereka nantinya akan penasaran dengan apa yang menjadi daya jual di daerah sekitar yang mungkin akan mereka kunjungi cepat atau lambat.

BACA JUGA : Jadi Ibukota: Kalimantan Harus Siapkan SDM Berkualitas

Bahkan ketika kepadatan terjadi, mungkin saja mereka akan bertempat tinggal di beberapa daerah kabupaten tersebut yang menurut mereka tidak jauh dijangkau dengan alat transportasi massal yang nantinya dibangun atau disediakan. Seperti saat ini daerah Bandung, Bogor, Bekasi, Depok, Tangerang dan kota lain sebagainya yang saat ini berdekatan dengan Provinsi DKI Jakarta.(jejakrekam)

Penulis adalah Alumni Fakultas Hukum Universitas Lambung Mangkurat (ULM)

Mantan Ketua Wilayah Forum Silaturahmi Mahasiwa (Fosma) 165 Kalsel