ACT

Petikan Gitar Sang Pengacara Nyentrik, RHS yang Menggugah Kesadaran

337

DI TENGAH kesibukannya sebagai pembela hukum bagi rakyat kecil, advokat senior asal Banjarbaru, Robert Hendra Sulu (RHS) masih bisa menyisihkan waktu untuk mengasah naluri seninya. Sudah 20 lagu diciptakan sang advokat berambut gondrong ini dan diunggah di akun berbagi video, Youtube.

DARAH seni yang mengalir di dalam dirinya, membuat Robert Hendra Sulu begitu peka terhadap kondisi yang dihadapi masyarakat. Pengacara senior berdarah Minahasa yang kini menetap di Jalan Mentaos Nomor 42 RT 04 RW 07, Mentaos, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, menciptakan lagu dari gitar kesayangannya.

Lagu bergenre country digubahnya lewat alunan melodi apik. Lagu berjudul Mari Jo Datang ke Manado pun, booming hingga ditengok warga Amerika Serikat yang rilis pada Juli 2019 lalu.

BACA : Kenangan Label Suryanata Record, Lagu Banjar yang Kini Kehilangan Cengkok

Lagu itu pun telah mengantongi surat pencatatan ciptaan dari Kementerian Hukum dan HAM sebagai hak cipta Robert Hendra Sulu, tertanggal 13 Agustus 2019 bernomor 000150195.

“Puji Tuhan, lagu Mari Jo ke Manado itu sampai booming di Ameriak Serikat. Ini bukti kecintaan saya terhadap tanah leluhur saya. Tentu saja, saya juga tak melupakan Tanah Banjar sebagai tempat saya mengais rezeki,” ucap Robert Hendra Sulu kepada jejakrekam.com, Kamis (28/8/2019).

Ia mengajak para seniman Banua untuk memperhatikan aspek legalitas dalam karyanya, terutama bisa meraih sertifikat hak atas kekayaan intelektual. Menurut dia, sebagai seorang advokat, tentu ada kewajiban moral justice maupun legal justice untuk memperjuangkan hak para musisi, penyanyi, pencipta lagu, pembuat videoklip hingga lainnya.

BACA JUGA : Jefry‘JEF’ Tribowo: Bikin Lagu Banjar Jadi Ngepop

Menurut Robert, selama berkiprah menjadi pengacara di Kalimantan Selatan, sudah ada 20 lagu diciptakan, meski belum seluruhnya diunggah melalui akun berbagi video. Bahkan, sebagian lagu itu telah dicover dalam bentuk album, sebagian lagi dalam lagu single.

“Saya juga menciptakan lagu Banjarbaru Kota Idaman dan mendapat penghargaan dari Walikota Banjarbaru Rudy Resnawan pada 30 April 2006 silam. Lagu itu berisi soal kondisi Banjarbaru yang bisa dinikmati para penikmat musik country,” tutur Robert.

BACA JUGA : Maestro Seniman Banjar Fadli Zour, Pencipta Lagu Pambatangan Tutup Usia

Menurut dia, bakat bermusiknya lahir dari proses otodidak, bahkan terkadang tercipta dari kondisi yang rileks di tengah agenda sidang di pengadilan yang cukup padat. “Saya dapat ide menciptakan lagu justru dari jalan-jalan, seperti ke Jakarta dan Surabaya atau kota lainnya. Saya selalu bawa gitar, jadi not-not yang tercipta dari lagu dari petikan gitar yang selalu menemani perjalanan saya,” tutur Robert.

Saat ini, menurut Robert, dirinya tengah membikin lagu berjudul Fajar Baru di Banjarbaru, yang sebentar lagi akan rampung dan bisa dilaunching ke Youtube atau lainnya.

Pengacara yang kini menginjak usia 59 tahun ini mengatakan berkarya lewat lagu justru bisa mengabadikan seseorang. Menurut jebolan sarjana hukum STIH Sultan Adam ini, dari banyak lagu yang diciptakan kerap mendapat undangan dari berbagai pemerintah daerah, seperti saat tampil di Manado Fiesta oleh Pemkot Manado, beberapa waktu lalu.

Bagi alumni S2 Universitas Putra Bangsa Surabaya ini, dari pengalaman hidup serta melihat langsung kehidupan masyarakat di berbagai daerah bisa memberi inspirasi untuk menciptakan lagu yang mengena dengan kondisi sosial kemasyarakatan. “Lagu-lagu saya tak melulu bercerita soal keindahan alam, keramahan penduduk, tapi juga berisi kritikan sosial kepada para pengambil kebijakan. Lewat lagu bisa menjadi media efektif sebagai kritik sosial kepada pihak tertentu,” papar Robert.

Dedikasi pengacara nyentrik ini pun dipuji para koleganya. Advokat senior di Banjarmasin, M Taufik menilai Bung RHS-sapaan akrab Robert Hendra Sulu merupakan inspirator pencipta dan penyanyi lagu-lagu yang membawa nama daerah.

“Lagu-lagu yang diciptakan dan dinyanyikan Bung RHS baik lirik maupun musiknya berstandar nasional. Musiknya juga mewakili segala genre yang bisa diterima semua lapisan,” ucap Taufik.

Bahkan, beber dia, videoklip yang makin mempercantik tontonan lagu RHS juga menonjolkan pesona panorama alam. “Lagu-lagu Bung RHS ini juga secara sosial mengajak segala lapisan untuk turut serta menggalang kebersamaan dan silaturahmi,” ucap Taufik.

BACA LAGI : Berawal dari Pengalaman, Musisi Muda Balangan ini Ciptakan Sebuah Lagu

Pujian juga dilontarkan Ketua DPRD Kota Banjarbaru AR Iwansyah. Menurut dia, sosok RHS sudah layak menjadi seniman tingkat nasional, tak lagi bertaraf lokal.

“Lagu-lagu yang diciptakan Bung RHS sangat menginspirasi. Semoga bait-bait lagu ini dapat menjadi penyemangat masyarakat Banjarbaru menjadikan kota ini menjadi kota yang terbaik di Kalsel khususnya, dan di Indonesia pada umumnya,” papar politisi Golkar ini.

Tak jarang, Robert Hendra Sulu menimba ilmu dan berkolaborasi dengan musisi papan atas nasional seperti Hendri Lamiri yang selesai rekaman pada Juli 2019 lalu. Bagi RHS, seni bisa menyatukan semua anak bangsa dalam bingkai persatuan tanpa mengenyampingkan perbedaan, karena memang Indonesia dikenal dengan multietnis dan budaya.

“Makanya, setiap lagu yang saya ciptakan dan nyanyikan itu menggambarkan apa yang sesungguhnya terjadi di bumi Nusantara Indonesia ini,” imbuhnya.(jejakrekam)

 

 

 

Penulis Didi GS
Editor Didi G Sanusi

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.