Edy Ariansyah: Munculnya Hoax Lantaran Minimnya Keseimbangan Informasi

KPU RI berencana membentuk tim khusus dalam mengurus penyebaran hoax terkait penyelenggaraan Pemilu. Ini dilakukan, lantaran adanya pengalaman lembaga penyelenggara Pemilu 2019 lalu yang harus bekerja ekstra untuk menjawab berita bohong.

KOMISIONER KPU Kalsel Edy Ariansyah menyatakan, mendorong kualitas pemahaman pemilih dan kesadaran berdemokrasi, termasuk memaksimalkan informasi edukatif Pemilu atau pemilih yang disebarkan oleh penyelenggara Pemilu. “Sehingga masyarakat mendapatkan informasi memadai, yang secara tidak langsung hoax itu hilang,” ucapnya kepada jejakrekam.com.

Edy mencontohkan, jika dominasi informasi yang benar keluar dari penyelenggara. Tentunya informasi yang mengada-ada bakal dimentahkan oleh masyarakat. Sebab, munculnya hoax lantaran minimnya keseimbangan informasi.

Sejak Pemilu lalu, KPU Kalsel sudah memaksimalkan publikasi informasi tentang rangkaian Pemilu. Bagi Edy, semakin banyak intensitas informasi disampaikan, maka menjadi konsumsi utama yang dipegang masyarakat.

BACA : Melawan Hoax, Golput, dan Politik Uang

Sebaliknya, andaikata penyelenggara Pemilu diam tanpa publikasi informasi dan sosialisasi, tentunya masyarakat akan berpegang pada informasi hoax. “Tetapi, meski berbagai cara dari segelintir orang menyebarkan berita informasi bohong, tetap saja tidak bisa masuk,” ujarnya.

Edy menambahkan, KPU tidak bisa berdiri sendiri dalam menghadirkan demokrasi. Tetapi semua pihak mesti berperan untuk menyukseskan Pemilu atau Pilkada.

“Sebab, jika berdiri sendiri, bagaimana bisa KPU merangkul. Nah, jika masyarakat menolak adanya berita bohong, bagaimana bisa memunculkan hoaks. Untungnya lagi, masyarakat Kalsel tak terpancing dengan gencarnya hoax di pemilu lalu,” pungkasnya.(jejakrekam)

Penulis Arpawi
Editor Andi Oktaviani