Pantau Pembersihan Sungai Duyung, Walikota Ibnu Sina : Sungai Bukan Tong Sampah

SEMANGAT gotong royong membersihkan sungai dalam lomba maharagu sungai kota tahun 2019 terus digenjot Pemkot Banjarmasin. Walikota Ibnu Sina pun langsung turut memantau aktivitas warga membersihkan aliran sungai dari sampah dan gulma.

BERLOKASI di Sungai Duyung RT 12 Gang Pelangi dan sekitarnya, Kelurahan Kuin Cerucuk, Sabtu (24/8/2018), Walikota Ibnu Sina didampingi Camat Banjarmasin Barat, Hj Karlina tampak memantau dari atas jembatan, ketika warga memungut sampah dan gulma yang ada di aliran sungai.

Dalam kegiatan ini, para pelajar pun diikutsertakan membersihkan tebing dan bantaran sungai, demi menjaga agar sungai tetap bersih dan airnya mengalir.

“Sebenarnya, tak hanya lomba, masyarakat tentu harus menjaga kebersihan sungai. Ini harus berjalan sampai kapan pun, sehingga sungai di Banjarmasin tetap terjaga kebersihan dan alirannya menjadi lancar,” ucap Walikota Ibnu Sina.

BACA : Sosok Supiyatun di Pelambuan, Perempuan Pejuang Sampah dari Seberang

Ia mengingatkan agar warga tak lagi menjadikan sungai layaknya tong sampah raksasa, terutama sampah plastik dan lainnya yang sulit terurai, sehingga kebiasaan membuang sampah pada tempatnya bisa terjaga.

“Kami juga menggugah kesadaran warga agar tak buang air besar ke sungai. Sebab, jamban apung atau berdiri di atas sungai sudah tak diperbolehkan lagi. Semua sudah dipindah ke rumah dan pemerintah kota akan menyediakan biofil,” ucap Ibnu Sina.

Supiyatun selaku pembina dan pendamping lomba maharagu sungai di Kecamatan Banjarmasin Barat mengatakan terus menyosialisasikan kepada pemangku sungai dan masyarakat untuk selalu menjaga kebersihan sungai.

BACA LAGI : Ini Inovasi SMKN 5 Banjarmasin, Olah Sampah Plastik Jadi BBM

“Aksi kepedulian terhadap sungai kami terus giatkan, jangan hanya sekadar mengikuti lomba semacam ini. Intinya, masyarakat harus diubah kebiasaannya agar tak membuang sampah ke sungai,” tutur Supiyah, sapaan akrab wanita yang tinggal di kawasan Pelambuan ini.

Guna mengubah kebiasaan itu, Supiyah mengatakan masyarakat sudah menyediakan tempat sampah yang dikelola baik sampah organik maupun non organik.

“Untuk sampah organik bisa dibikin kompos. Sedangkan, sampah-sampah plastik digunakan untuk bahan-bahan ecobrick. Ya, seperti botol plastik yang diisi padat dengan limbah non-biologis untuk membuat blok bangunan yang dapat digunakan kembali,” imbuh Supiyah.(jejakrekam)

Penulis Arpawi
Editor Didi GS