Sumber Air Mulai Asin, Pulau Bromo Dihadiahi Sedekah Air

“AIR sudah asin. Saya sampai kena diare dua kali,” kata Mawar, ibu berusia 40 tahun yang sejak kecil tinggal di Pulau Bromo, Banjarmasin. Pada Kamis (22/8/2019) sore, ia dan puluhan warga lainnya berkumpul menikmati air bersih gratis dari ACT.

ALHAMDULILLAH, kami sangat bersyukur dengan adanya sedekah air dari ACT Kalsel. Kami tidak harus mengonsumsi air asin lagi,” ucap Mawar.

Sebanyak 6.000 liter air bersih diantarkan ACT Kalsel ke Pulau Bromo sebagai bentuk kepedulian akan krisis air bersih yang terjadi di sana. Desa Tanjung Pandan atau biasa dikenal dengan sebutan Pulau Bromo masih kesulitan mendapatkan air bersih terutama saat musim kemarau. Meskipun dikelilingi sungai dan terdapat sumur, namun airnya tidak bisa dikonsumsi karena rasanya yang asin akibat intrusi air laut.

Ketua RT 5 Ahmad menceritakan, selama ini sumber air masyarakat ada dua, yaitu PDAM Pulau Bromo dan aliran Sungai Mantuil. “Biasanya bila musim penghujan kami mendapatkan pasokan air dari PDAM Pulau Bromo, namun saat kemarau PDAM tidak beroperasi karena kondisi pasokan air yang sangat terbatas, hanya sampai daerah pemukiman warga yang terdekat dengan kantor PDAM Pulau Bromo, tidak sampai ke RT 4 dan 5,” bebernya.

BACA : Syukuran Qurban di Pulau Bromo, Walikota Santap Siang Bersama Warga

Saat ACT Kalsel datang, warga menyambut dengan sangat bahagia. Hal ini dikarenakan selama ini warga harus membeli air dengan harga Rp 5.000 untuk 20 liter. “Kebutuhan rumah tangga dalam sebulan bisa sampai 600 liter,” terang Ahmad.

“Terima kasih kepada ACT dan dermawan atas bantuan air bersih. Semoga selama kemarau ini bantuan air bersih seperti ini mengalir terus,” pungkasnya.

Koordinator Program ACT Kalsel M Budi Rahman Wahid menyatakan, sedekah air di Pulau Bromo akan diteruskan selama Agustus. “Kami mengundang para dermawan untuk terlibat dalam kebaikan ini, sehingga bantuan bisa menjangkau ke wilayah-wilayah lain yang kekeringan,” ucap Budi.

Sedekah air bersih di Pulau Bromo tak lepas juga dari kontribusi PDAM Bandarmasih. “Terima kasih PDAM karena telah menyediakan armada berupa dua mobil tangki ukuran 3.000 liter,” katanya.(jejakrekam)

Penulis ACT Kalsel-Retno Sulisetiyani
Editor Andi Oktaviani