Bawa Kitab Sahih Bukhari, Warga Alalak Gelar Ritual Tolak Bala

MUSIBAH kebakaran yang melanda Kelurahan Alalak Tengah dan Alalak Selatan seakan tak berjeda, membuat warga tiga kelurahan; Alalak Utara, Alalak Tengah, Alalak Selatan hingga ke Kuin Utara menggelar tradisi tolak bala atau baratib keliling kampung, Kamis (22/8/2019) malam.

USAI shalat Isya, warga pun berkumpul dan memulai ritual tolak bala dengan membawa sedikitnya tiga kitab Sahih Bukhari dipimpin Ustadz Usman di Alalak Utara. Rombongan pun berjalan kaki dengan membacakan tahlil, hingga terus bertambah, saat melintasi tiga kampung di kawasan Alalak. Dilanjutkan dengan rombongan dipimpin Ustadz Salmi Misba, Ustadz Burhan dan Ustadz Musyadad dari Alalak Tengah.

Tradisi yang sudah dijalankan warga Alalak secara turun temurun ini pun dihidupkan lagi, karena adanya musibah berupa kebakaran hebat yang melanda kampung itu. Saking panjangnya rombongan, mengular hingga mencapai 500 meter, karena tiap kali melewati perkampungan, diikuti banyak orang.

BACA : Data Korban Kebakaran di Alalak Selatan Diperbarui, Ada 212 Jiwa Kehilangan Tempat Tinggal

Kejadian kebakaran pun berlangsung tak beberapa lama. Usai kebakaran yang menghanguskan sedikitnya 22 rumah di Kelurahan Alalak Tengah RT 13 dan RT 12, disambung dengan kejadian serupa yang dialami warga Alalak Selatan di RT 05 dan 06.

Ustadz Salmi Misba pun berharap dengan ritual tolak bala ini bisa menyadarkan warga Alalak untuk mendekat kepada Allah SWT. Menurutnya, segala musibah yang terjadi pasti ada penyebabnya, sehingga sudah sepatutnya memohon ampun kepada Sang Khalik.

Warga Alalak Tengah, Andre pun mengikuti rombongan dengan titik  dari belakang RSUD Ansari Saleh hingga mengelilingi perkampungan di tepian Sungai Alalak. Hingga berakhir berziarah bersama di Komplek Makam Sultan Suriansyah di Kuin Utara.

BACA JUGA : Kisah Pilu Warga Alalak Tengah Pasca Rumahnya Luluh Lantak

Di makam para bangsawan Kesultanan Banjar dan ulama Tanah Banjar ini, para jamaah pun melantunkan kembali membacakan surat Yasin, tahlil, shalawat dan kalimat thoyyibah lainnya.

Menariknya, usai menggelar tolak bala, warga Alalak pun menyediakan jamuan makan malam di beberapa titik di pinggir jalan. Nasi bungkus dan mie dibagikan kepada jamaah yang telah usai melaksanakan ritual tolak bala tersebut.(jejakrekam)

 

Penulis Sirajuddin
Editor Didi GS