Wawali Hermansyah Sebut Pemicu Kebakaran Akibat Korsleting Listrik

WAKIL Walikota (Wawali) Banjarmasin Hermansyah menyambangi posko kebakaran RT 05 dan 06 Kelurahan Alalak Selatan, Kamis (22/8/2019). Didampingi Camat Banjarmasin Utara Apiluddin dan Lurah Alalak Selatan, Ahmad Dedi Fernadi, bantuan dari pemerintah kota diserahkan kepada para korban.

BANTUAN berupa paket sembako, perabot dapur dan uang santunan Rp 2 juta per kepala keluarga (KK) diserahkan Wakil Walikota Hermansyah. Ia berharap para keluarga korban kebakaran untuk bersabar dengan musibah yang telah terjadi.

“Memang, sudah beberapa kali musibah kebakaran terjadi di kota ini. Semua atas dugaan arus pendek listrik atau korsleting. Saya sudah memberitahukan masalah ini kepada pihak PLN,” ucap Hermansyah kepada awak media.

BACA : Terbaru Ada 21 Rumah Terbakar, Lurah Alalak Selatan Usulkan Dapur Umum

Ia juga mendesak agar PLN segera menggantikan kabel yang sudah lama dan kerap memicu kebakaran di pemukiman padat penduduk. Selain itu, Hermansyah mengatakan para pemilik rumah juga memperhatikan kondisi kabel listrik, jika sudah aus agar segera diganti. “Termasuk yang terkelupas, harus segera diganti, karena ini yang menyebabkan korsleting,” tuturnya.

Belajar dari pengalaman kebakaran yang menghanguskan banyak rumah, terutama di pemukiman padat penduduk seperti kawasan Alalak, Kelayan dan lainnya, Hermansyah mengatakan ke depan gang-gang akan diperlebar.

“Jadi, bisa mempermudah akses masuk armada pemadam kebakaran. Termasuk, kita merencanakan akan membuat sumur bor di setiap pemukiman yang rawan bencana kebakaran. Jadi, ketika terjadi musibah kebakaran, sumber air akan mudah didapat,” kata Wawali Banjarmasin ini.

BACA JUGA : Ditiup Angin, Api Membesar, 4 Rumah Di Alalak Selatan Ludes Terbakar

Sementara itu, Lurah Alalak Selatan Ahmad Dedi Fernadi mengungkapkan dapur umum telah dibangun Dinas Sosial bersama BPBD Kota Banjarmasin di dekat lokasi kejadian. Termasuk, dari Dinas Sosial Provinsi Kalsel.

“Jadi, para keluarga korban kebakaran akan mendapat jatah makan tiga kali sehari selama tiga hari. Kami juga mengusahakan agar bantuan dari semua pihak terkoordinir di posko, sehingga pembagiannya bisa merata,” ucap Dedi.(jejakrekam)

 

Penulis Sirajuddin
Editor Didi GS