Sabet Penghargaan Nasional, Ini Prestasi Ditorehkan Pemkab Banjar

ANEKA penghargaan tingkat nasional diraih Pemkab Banjar di era kepemimpinan duet Bupati Khalilurrahman-Wabup H Saidi Mansyur. Dalam peringatan Hari Jadi Kabupaten Banjar ke-69 di Martapura, Kamis (22/8/2019), Bupati Banjar Khalilurrahman ungkap sejumlah keberhasilannya.

APA saja? Gerakan untuk membebaskan bantaran Sungai Martapura dari jamban apung berhasil dilakukan. Tak hanya itu, pembangunan beragam infrastruktur juga menyapa masyarakat, hingga pembangunan sekolah, puskesmas pembantu, jalan dan jembatan.

Pemkab Banjar yang menginjak ke-69 juga bisa menekan angka kemiskinan dan peningkatan swasembada beras sebagai salah satu lumbung padi terbesar di Kalimantan Selatan.

Nah, di usia ke-69 tahun ini, Bupati Banjar yang akrab disapa Guru Khalil ini mengungkapkan pemerintah daerah telah merencanakan pembangunan berkelanjutan, yakni pembenahan dan percepatan pembangunan fisik.

Beberapa di antaranya kini sudah sedang dan akan dalam tahap pengerjaan yakni Pembangunan  Kolam Air Mancur Menari di kawasan Pertokoan Permata Cahaya Bumi Selamat, Pembangunan Jembatan KH.Anang Sya’rani–KH Salim Ma’ruf yang menghubungkan dua desa, Desa Pakauman dan Desa Melayu.

BACA : Banyak Pembangunan Terealisasi, Guru Khalil : Terimakasih Paman Birin

Kemudian, pembangunan Jembatan penghubung Desa Tajau Landung dengan Desa Antasan Sutun, pembangunan jalan di antaranya ruas jalan keliling Benteng-Lok Buntar, ruas Jalan Karang Intan-Sungai Alang, ruas Jalan Martapura -Bincau, Ruas jalan Keliling Benteng-Antasan Sutun, ruas Jalan Danau Salak – Pematang Danau.

Kondisi jalan kabupaten dengan kondisi mantap meningkat dari 67,85 persen di tahun 2016, 68,85 persen di tahun 2017 dan saat ini kondisi mantap Jalan Kabupaten telah mencapai 71,97 persen.

Selanjutnya, untuk meningkatkan pelayanan kesehatan telah membangun tiga buah ouskesmas relokasi, empat buah rehab puskesmas, sebuah rehab instalasi farmasi, dua buah pembangunan pustu dan empat buah rehab pustu.

Berikutnya, ada empat puskesmas dari 24 puskesmas yang ada di Kabupaten Banjar yang menyediakan layanan rawat inap, serta program yang banyak mendapatkan apresiasi dari berbagai pihak yaitu program penghapusan jamban apung.

BACA JUGA : Gubernur Kalsel Sahbirin Noor Apresiasi Peningkatan SDM Kabupaten Banjar

Di bidang pendidikan, Pemkab Banjar telah melaksanakan penguatan pendidikan karakter secara kearifan lokal yaitu materi pembelajaran muatan lokal baca tulis Arab Melayu di tingkat sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP).

Di tahun 2019 ini, Pemkab Banjar juga akan dilakukan peningkatan jalan antara lain ruas Jalan Handil Jawa – Jambu Burung, Ruas Jalan Sungai Sipai-Cindai Alus, ruas Jalan Pasar Arba-Tatah Pemangkih, ruas Jalan Babar – Balau, ruas Jalan Pasar Kamis – Tambak Sirang, dan juga sedang dibangun Jembatan Bawahan Seberang-Pasar Panas.

Selanjutnya, untuk meningkatkan layanan kesehatan yang wilayahnya sulit ditempuh kendaraan roda empat, maka pada tahun ini dilaksanakan pengadaan puskesmas keliling perairan di Kecamatan Aranio.

Untuk meningkatkan kunjungan wisatawan, maka program lanjutan Penataan Pasar Kuliner yang ada di pertokoan permata cahaya bumi selamat, masih dilaksanakan pada tahun ini.

Selain itu, untuk mempercantik Kota Martapura maka akan dilaksanakan penataan pedistrian di depan Masjid Agung Al Karomah Martapura dan penataan Kawasan Kumuh di Murung Kenanga yang pada tahap awal ini berupa pembangunan siring.

Khusus tahun 2020 kegiatan pembangunan yang akan dilakukan adalah lanjutan penataan pedistrian di Jalan A Yani, pembangunan Gerbang Batas Kota, penyediaan air siap minum di Mesjid Agung Al Karomah Martapura, lanjutan penataan kawasan kumuh di Murung Kenanga, dan sebagai inovasi dalam rangka meningkatkan pelayanan publik akan dioperasikan Mall Pelayanan Publik dengan nama “Barokah”.

Selanjutnya, Pemkab Banjar juga berusaha untuk mengembalikan citra sebagai Kota Serambi Makkah, upaya yang telah dilakukan di antaranya ; meningkatkan kesejahteraan guru-guru mengaji di Kabupaten Banjar, menyelenggarakan berbagai kegiatan dalam rangka memeriahkan Hari Santri.

Termasuk, memfasilitasi peringatan Haul Guru Sekumpul yang dihadiri jutaan umat dari penjuru kalimantan dan luar kalimantan hingga manca negara. Kemudian, mengisi perayaan tahun baru dengan dilaksanakannya kegiatan Tahun Baru Bersholawat, dan memfasilitasi kegiatan Baznas.

BACA LAGI : Di Harjad Kabupaten Banjar Ke-69, Bupati Khalilurrahman Ungkap Keberhasilan

Selain itu, Pemkab Banjar juga melaksanakan festival–festival budaya yang bernuansa religi, seperti festival bedug, festival sinoman hadrah, festival maulid habsy, festival rebana dan festival rudad.

Lalu, hingga tahun 2019 ini, Pemerintah Kabupaten Banjar telah mendapatkan berbagai macam penghargaan, di antaranya Penghargaan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi  Pemerintah (SAKIP) memperoleh predikat B dengan nilai 68,61, diharapkan pada tahun 2019 ini dapat memperoleh dengan predikat BB.

Pemkab Banjar juga mempertahankan penghargaan opini WTP (Wajar Tanpa Pengecualian) 5 tahun berturut-turut dari BPK RI. Hingga, penghargaan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) terbaik se Kalimantan tahun 2017 yang termasuk dalam 5 TPID terbaik di Indonesia.Penghargaan Adipura tahun 2018 untuk ke tujuh kalinya.

Selain itu masih banyak penghargaan lainnya yang telah diperoleh, semua yang telah diraih merupakan hasil kerja keras serta kerja sama dari dukungan masyarakat dan pemerintah daerah.

Secara makro indikator perekonomian Kabupaten Banjar terus mengalami perbaikan, pada tahun 2018 perekonomian Kabupaten Banjar tumbuh sebesar 5,28 persen. Begitu pula, dengan Angka Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang terus mengalami peningkatan selama lima tahun terakhir yaitu sejak tahun 2013 telah mencapai 68,32 persen.

Salah satu faktor meningkatnya Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten Banjar adalah dengan berhasilnya Indeks Pembangunan Kesehatan Masyarakat di Kabupaten Banjar yang naik menempati posisi ketujuh) dari sebelumnya di tahun 2017 yang hanya berada pada posisi 13.

Sedangkan, persentase penduduk miskin Kabupaten Banjar pada tahun 2018 sebesar 2,70%. angka persentase penduduk miskin ini merupakan angka yang paling rendah ditingkat Provinsi Kalimantan Selatan.(jejakrekam)

Penulis Syahminan
Editor Didi GS