Wakil Sekretaris DPW PPP Kalsel Ingin Calonkan Diri di Pilkada HST

KADER Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Taufiqur Rahman akan mencalonkan diri dalam Pilkada Hulu Sungai Tengah (HST) 2020 nanti. Ia memilih mencalonkan diri sebagai Wakil Bupati HST.

MENURUT Wakil Sekretaris DPW PPP Kalsel ini, turut serta dirinya di kancah Pilkada 2020, ingin melanjutkan visi misi pemimpin terdahulu, yang salah satunya tidak memprioritaskan adanya penambangan dan kebun sawit di wilayah itu.

“Saya siap maju untuk posisi wakil bupati sesuai kondisinya. Saat ini kita melihat HST boleh dikatakan stagnan. Sejak transisi kepemimpinan, HST boleh dikatakan kehilangan figur,” katanya.

Jika dipercaya, ia bertekad mencarikan solusi bagi masyarakat HST agar lebih maju dan sejahtera dengan memberdayakan potensi agrobisnis yang ramah lingkungan serta konsisten menolak adanya pertambangan dan sawit di HST.

Ia mengaku, meski belum duduk sebagai kepala daerah, ia sudah melakukan berbagai upaya, termasuk bersama pegiat atau pengusaha pertanian dengan cara menggandeng investor dari luar, serta kerja nyata dengan menggarap 20 hektare lahan tidur untuk pertanian di HST.

BACA : Bursa Cabup-Cawabup HST Dinamis, Tema Besar Pilkada Tolak Tambang

Selain itu, juga terus mencoba mencarikan solusi bagi masyrakat, diantaranya dengan formula-formula ke arah usaha agrobisnis hingga arah muaranya.

Ia mengakui sudah sudah beberapa kali berkomunikasi dengan Ketua DPW PPP Kalsel. “Plt Ketua Umum DPP PPP sangat mendukung bagi kader PPP untuk maju sebagai kepala daerah,” katanya.

Selain dukungan PPP, ia juga yakin akan memperoleh dukungan dari masyarakat HST, yang didasarkan pada polling yang dilakukan pihaknya.

Ia juga sudah menjalin komunikasi dengan beberapa figur, yang lebih intensif dengan H Rozanie dari Partai NasDem. “Namun masih sama-sama membuka diri dan belum ada yang pasti. Yang jelas ingin berpasangan dengan yang memiliki visi yang sama. Saya berani menggaransi. Jika saya duduk sebagai wakil bupati nanti, tapi ternyata ada pertambangan di HST, maka saya bersedia mundur dari jabatan saya,” tegasnya.(jejakrekam)

Penulis Ipik Gandamana
Editor Andi Oktaviani