Antisipasi Isu Rasisme Menyebar, ULM Kumpulkan Mahasiswa asal Papua

KERUSUHAN yang terjadi Manokrawi, Papua Barat dipicu rasisme pasca insiden di Surabaya dan Malang, Jawa Timr, reaksi balik itu diantisipasi Universitas Lambung Mangkurat (ULM) agar tak menjalar ke Kalimantan Selatan. Sebanyak 75 mahasiswa asal Bumi Cendrawasih dirangkul dalam silaturahmi bersama Rektor ULM Prof Dr Sutarto Hadi.

DIALOG dan silaturahmi ini digelar petinggi ULM bersama mahasiswa asal Papua yang menimba ilmu di perguruan tertua di Pulau Kalimantan itu di Restoran Lima Rasa, Jalan Achmad Yani Km 3, Banjarmasin, Selasa (20/8/2019) malam.

Dalam jamuan makan malam itu, tampak hadir Wakil Rektor Bidang Pertanian dan Bisnis ULM Dr Syamsul Hidayat, Kabag Kemahasiswaan dan Alumni ULM, Lisna Rahmawati serta para dosen dan staf kampus itu.

Rektor ULM Sutarto Hadi mengaku bangga karena ULM termasuk perguruan tinggi yang menjadi pusat studi mahasiswa asal Papua.

“Saya bangga ternyata mahasiswa asal Papua yang belajar di ULM terkenal gigih dan rendah hati. Bahkan, mahasiswa asal Papua ini menempuh pendidikan dengan hasil yang bagus,” ucap Sutarto Hadi.

BACA : 120 Personel Satbrimobda Kalsel BKO Polda Papua Kembali ke Kalsel

Ia berharap jika ada kendala dari mahasiswa asal Papua yang menyelesaikan studi di ULM, bisa menyampaikan kepada pihak rektorat. Dalam dialog itu, mengemuka jika mahasiswa asal Papua mengeluhkan keterlambatan cairnya dana tunjangan dan beasiswa dari pemerintah provinsinya.

“Soal standar indeks prestasi (IP) juga jadi perhatian mahasiswa asal Papua. Terutama yang belajar di Fakultas Kedokteran ULM. Ini memang tujuan khusus dair kami, agar begitu selesai dari studi di ULM bisa pulang ke Papua untuk mengabdi di sana,” tutur perwakilan mahasiswa asal Papua.

BACA JUGA : KONI Kalsel Persiapkan Atlet Pra PON di Papua

Mahasiswa asal Papua pun mengaku betah tinggal di Banjarmasin. Ia berharap ke depan, Pemprov Papua dan Papua Barat bisa membangunkan asrama di Banjarmasin, seperti yang telah dinikmati rekannya di Banjarbaru.

“Jadi, kami tidak lagi kost di Banjarmasin. Sebab, hanya ada asrama mahasiswa Papua di Banjarbaru. Apalagi, masyarakat Kalsel sangat ramah dengan kami,” ucap salah satu mahasiswa asal Papua lainnya. (jejakrekam)

Penulis Balsyi
Editor Didi GS