Yogyakarta Raih Juara Umum, Kalsel Tim Favorit Lomba Debat Tingkat Nasional

SEKDAPROV Kalsel Haris Makkie menutup National School Debating Championship (NSDC) dan Lomba Debat Bahasa Indonesia (LDBI) Tingkat SMA. Lomba ini digelar sejak 14 Agustus dan berakhir pada 19 Agustus 2019. Lomba ini diikuti 104 peserta perwakilan 34 provinsi di Indonesia.

AJANG ini dapat digunakan untuk menyuarakan pendapat, menyebar nilai positif dan sebagai ajang persatuan kesatuan.Tentu apa yang disuarakan bernilai positif dan membangun,” ujar Haris.

Menurutnya, bahasa merupakan identitas bangsa yang dapat menjadi alat pemersatu. Indonesia merupakan bangsa yang memiliki beragam bahasa dan budaya. Dimana, pertukaran budaya dan bahasa dari beberapa peserta menjadi bagian dari bumbu dalam ajang ini.

“Ajang debat ini menumbuhkan rasa kebanggaan dan kepercayaan diri, menghargai prestasi, sekaligus memberikan wahana generasi muda untuk saling berjumpa dan menjalin persatuan, jaringan, dan persahabatan,” katanya.

BACA : Dari Kalsel, Akan Lahir Generasi Berprestasi Internasional

Juara pertama LDBI, yakni Yogyakarta dan juara kedua Jawa Tengah. Sementara, juara pertama NSDC diraib DKI Jakarta dan juara kedua Kalimantan Timur.

Tim favorit LDBI adalah Kalimantan Selatan, tim terbaik kategori D Sumatera Utara, tim terbaik kategori C Nusa Tenggara Barat, tim terbaik kategori B Banten dan tim terbaik kategori A Bali.

Tim favorit NSDC diraih Kalsel, tim terbaik kategori D Sulawesi Tenggara, tim terbaik Kategori C Sumatera Selatan, tim terbaik Kategori B Sulawesi Tengah, dan tim terbaik Kategori A Yogyakarta. Juara umum diraih Yogyakarta.

Kadisdik Kalsel HM Yusuf Effendi mengatakan, Kalsel tidak mendapatkan yang terbaik dalam ajang ini, tetapi berdasarkan evaluasi sudah ada peningkatan signifikan dibanding tahun sebelumnya.

“Kami akan evaluasi lagi, terutama dalam proses pembelajaran serta akan diprogramkan dalam proses belajar dan mengajar dalam sistem pendidikan kit, serta akan kami perbanyak even-even seperti ini,” katanya.(jejakrekam)

Penulis Asyikin
Editor Andi Oktaviani