Sepi Pengunjung, Pameran Seni Rupa Topeng Kurang Eksis di Kalsel

PAMERAN seni rupa-rupa topeng di Taman Budaya Provinsi Kalimantan Selatan, Jalan Brigjen H Hasan Basry, Kayutangi, Banjarmasin, berlangsung selama empat hari sejak 15-18 Agustus 2019, resmi ditutup pada Minggu (18/8/2019) malam, tampak sepi pengunjung.

PADAHAL, pameran lukisan dan ukiran topeng akulturasi budaya lokal Kalsel ini menyajikan karya 11 pelukis dan perupa berkelas nasional. Sayangnya, sejak dibuka hingga ditutup dalam rangkaian karasminan budaya memeriahkan Hari Jadi Provinsi Kalsel ke-69 itu, menyajikan lukisan dengan berbagai aliran.

“Memang, hanya ada 11 pelukis yang ikut pameran seni rupa di Taman Budaya Kalsel ini. Jumlahnya menurun dibandingkan tahun sebelumnya,” ucap Sandy Firly, sastrawan dan pencinta seni ini kepada jejakrekam.com, Minggu (18/8/2019) malam.

BACA : Tari Topeng dan Kuda Gipang Dulu, Musik Panting Menyusul

Ia menduga akibat kurang promosi serta minimnya minat seni warga Kalsel, mengakibatkan sepinya pengunjung pameran yang berlangsung selama empat hari itu di Gedung Wargasari, Taman Budaya Kalsel itu.

Kepala Taman Budaya Provinsi Kaslel Suharyanti mengungkapkan seni rupa lukisan wajah dan topeng merupakan bagian dari khazanah budaya nusantara. Termasuk di Kalsel. “Dengan lukis topeng itu, kami sebenarnya ingin mengajak masyarakat Kalsel untuk mengenal seluk beluk seni lukis dan rupa topeng dari berbagai bentuk,” ucap Suharyanti.

BACA JUGA : Mengenang Kocaknya John Tralala, Pentaskan Madihin Kolosal

Ia mengakui budaya topeng kurang eksis di Kalsel, karena hanya satu komunitas masyarakat di Kabupaten Tapin yang kerap menggunakannya untuk atraksi tari topeng.

“Sementara, topeng itu banyak jenisnya. Bagi masyarakat awam, topeng ya topeng, padahal dari topeng itu banyak menggambarkan tipikal topeng yang harus dikenal,” papar Suharyanti.

Dia mencontohkan ada topeng panji, topeng pantun, dan topeng yang menceritakan karakter sang pelakon dan lainnya. “Topeng sendiri merupakan bagian dari seni budaya Kalsel. Banyak pengajaran di dalamnya, terutama nilai-nilai karakter yang bisa dipelajari,” ucap Yanti.

BACA LAGI : Potret Lukisan Hitam Putih di Tengah Minimnya Apresiasi Seni Warga Banjarmasin

Dengan minimnya pengunjung pameran topeng di Taman Budaya Kalsel, Yanti pun menjanjikan akan menggiatkan menjadi agenda tahunan dengan gelaran konsep yang lebih bagus, sehingga bisa menarik generasi milenial.(jejakrekam)

 

Penulis Asyikin
Editor Didi GS