Dirgahayu

Azan Bersahutan, Belasan Rumah di Alalak Tengah RT 12 dan 13 Dilahap Si Jago Merah

SUARA azan bersahutan dari pelantang suara Langgar Raudhatul Kiram, serta di atas atap rumah saat warga mengumandangkannya, saat api makin membesar di Jalan Alalak Tengah RT 12 dan 13.

KEBAKARAN hebat ini dikabarkan sedikitnya menghanguskan belasan rumah yang di wilayah perbatasan kedua RT di Alalak Tengah, Banjarmasin Utara, Kamis (15/8/2019) sekitar pukul 10.15 Wita.

Kepanikan warga pun memuncak, saat api membesar, para relawan pemadam kebakaran belum datang ke lokasi. Warga pun terpaksa berjibaku dengan alat pemadam apa adanya. Dengan ember, hingga gayung mandi, warga pun berusaha memadamkan api yang makin membesar dan membuat suhu panas di lokasi kejadian.

“Saat kami berusaha memadamkan api dengan air seadanya, ternyata kami terkepung dengan api. Panas dan terpaksa kami keluar dari lokasi,” ucap Rusni, warga Kelurahan Alalak Tengah RT 14 kepada jejakrekam.com, Kamis (15/8/2019).

BACA : Ingin Padamkan Kebakaran di Desa Limamar, Mobil BPK SAM Kecelakaan

Dalam hitungan sekitar setengah jam kemudian, armada pemadam kebakaran berdatangan. Kepanikan pun makin terasa, saat angin bertiup kencang dan api terus membesar. Membumbung tinggi asap hingga melahap bangunan yang hampir seluruhnya terbuat dari kayu.

Baru kemudian, para relawan pemadam kebakaran mengepung dari segala sisi. Untungnya, sumber air untuk menjinakkan api, cukup tersedia, karena Sungai Alalak dalam keadaan pasang. Walaupun, harus membentang pipa air memanjang di tengah pabrik kayu tradisional Alalak.

Junaidi, warga Alalak Tengah RT 13 mengungkapkan saat itu api mengarah ke selatan, hingga membakar hebat kawasan perumahan warga yang padat. Menurut Junaidi, sedikitnya lebih dari 15 rumah yang terbakar di dua RT. Sebagian rumah yang terbakar, hanya rumah semi permanen. “Kalau rumah kayu, hampir seluruh habis dimakan api,” kata Junaidi.

BACA JUGA : Masyarakat Kalsel Diminta Waspada Kebakaran Hutan dan Lahan

Menurut dia, api makin membesar di tengah musim kemarau ini, karena angin kencang serta sulitnya akses bagi pemadam kebakaran masuk, karena gang-gang yang menghubungkan kawasan pemukiman padat penduduk ini terlalu sempit.

“Jadi, terpaksa hanya bisa memadamkan api di badan jalan besar. Sisanya, masuk ke gang-gang sempit dari segala penjuru. Untungnya, di belakang rumah warga, ada beberapa sumur yang bisa jadi sumber air,” kata Junaidi.

Sementara itu, Ketua RT 13 Kelurahan Alalak Tengah, Yusran mengakui saat ini masih dalam proses penyelidikan penyebab kebakaran. Meski awalnya warga sempat menduga ada kompor gas yang meledak. Sebagian lagi, mengatakan akibat arus pendek listrik. “Sebaiknya tunggu hasil dari pihak terkait,” imbuh Yusran.(jejakrekam)

 

Penulis Sirajuddin/Didi GS
Editor Didi G Sanusi