Dirgahayu

Petakan Zona Merah, Klinik BNN HSU Sudah Obati 12 Pasien Ketergantungan Narkoba

SEJAK dibuka klinik pratama milik Badan Narkotika Nasional (BNN), tercatat dari Januari hingga Agustus 2019 sudah melayani 12 pasien rawat jalan yang mengalami ketergantungan obat dan narkotika. Hal ini diungkapkan Kepala BNN Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) H Khatria Wardoni melalui Kepala Seksi (Kasi) Rehabilitasi Andri Rahmadillah.

ANDRI Rahmadillah mengungkapkan klinik pratama sudah melakukan rawat jalan dan konseling kepada 12 pasien rawat jalan yang semuanya berasal dari Kabupaten HSU.

“Kalau kasusnya ringan akan dilakukan rawan jalan dan konseling di HSU saja, tentu saja dilakukan asesmen dahulu,  kalau sudah dilakukan rehabilitasi di RS Sambang Lihum Banjarmasin,” ujar mantan perawat RSUD Pambalah Batung Amuntai kepada awak media di Amuntai, Selasa (13/8/2019).

Ia menjelaskan 12 pasien rawat jalan tersebut, rata-rata usianya antara 16-37 tahun berbagai pendidikan dan pekerjaan. Klinik pratama BNN Kabupaten HSU juga bekerjasama dengan Puskesmas Sungai Malang dan Rumah Sakit Mulia Amuntai.

“Bagi mau melanjutkan sekolah maupun bekerja, BNN akan memberikan surat bebas narkoba. Kami juga melakukan mapping daerah rawan dan zona merah atau terpapar narkoba,” ujarnya.

BACA : BNNK HSU Buka Klinik Pratama Rehabilitasi Pecandu Narkoba

Senada itu, Kepala Seksi P2M BNN Kabupaten HSU Rusmiati menambahkan pelaksanaan tes urine akan dilakukan bagi pegawai negeri sipil (PNS) dan difasilitasi pemerintah daerah melalui kantor Kesbangpol sebagai pelaksanaan dari BNN. “Pelaksanaan tes urine dilakukan satu kali, harusnya dilakukan setahun dua kali idealnya,” pungkasnya

Ia menjelaskan BNN juga melakukan program pencegahan pemberkasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba (P4GN), sudah melakukan sosialisasi pertama di Kecamatan Amuntai Utara, kedepan Sungai Pandan (Alabio). Saat ini, BNN dengan keterbatasan anggaran tetap terus melaksanakan sosialisasi bahaya narkoba.

“Kami siap melakukan sosialisasi, dan siap apabila dibutuhkan baik di wilayah pendidikan maupun instansi pemerintah,” ucapnya.(jejakrekam)

 

Penulis Muhammad
Editor Didi GS