Dirgahayu

Kalsel Masuk Nominasi Penghargaan Nirwasita Tantra 2019

PENILAIAN Nirwasita Tantra tahun 2019 memasuki tahap akhir. Penilaian yang dilakukan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) ini dilaksanakan di Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta selama dua hari, sejak 12- 13 Agustus 2019.

TAHAP ini diikuti oleh peserta yang berasal dari 6 provinsi, 6 kota dan beberapa kabupaten. Setiap nominator mempresentasikan program-program untuk mendorong percepatan perbaikan kualitas lingkungan yang implementasinya disesuaikan dengan kondisi wilayah masing-masing.

Dalam penilaian tahap akhir ini, sebanyak 6 provinsi yang akan bersaing di antaranya Provinsi Sumatera Barat, Sumatera Utara, Bangka Belitung, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Kalimantan Selatan.

BACA : Pegunungan Meratus Menjual, Menpar : 2020 Harus Diakui Unesco Jadi Taman Dunia

Nirwasita Tantra merupakan penghargaan pemerintah untuk kepala daerah atas kepemimpinannya dalam merumuskan dan menerapkan kebijakan, dan/atau program kerja sesuai dengan prinsip metodologi pembangunan berkelanjutan guna memperbaiki kualitas lingkungan hidup di daerahnya.

Sebagai salah satu nominator, Gubernur Kalsel Sahbirin Noor didampingi Kepala Dinas Kehutanan Hanif Faisol Nurofiq dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Ikhlas memaparkan pengelolaan lingkungan di Provinsi Kalimantan Selatan kepada para panelis.

Gubernur Sahbirin Noor mengatakan Pemprov Kalsel melakukan sejumlah inovasi program dengan melibatkan berbagai unsur lapisan masyarakat, baik pemerintah, swasta, masyarakat, relawan, dan komunitas. Gerakan Revolusi Hijau, menjadi salah satu program unggulan yang digulirkan Pemprov Kalsel.

“Program tersebut sudah berjalan selama beberapa tahun terakhir, dan sukses memberikan dampak besar bagi perbaikan kualitas lingkungan di Kalsel,” ucap Paman Birin, sapaan akrab gubernur ini.

BACA JUGA : Dari Tumbang Anoi, Selamatkan Meratus Ruh Perjuangan Masyarakat Dayak

Terbukti, beber dia, indeks kualitas lingkungan hidup (IKLH) di Kalsel naik dari naik dari 57,51 menjadi 60 dan posisinya meningkat dari peringkat 26 menjadi 19 dari 34 provinsi di Indonesia.

“Program ini diusung pemerintah provinsi dalam upaya gerakan menanam menaman dan menanam untuk anak cucu kita, seluruh unsur lapisan masyarakat kita upayakan untuk gemar menanam, dan gerakan tersebut juga didukungdengan diterbitkannya Perda Kalsel Nomor 7 Tahun 2018,” ujar Paman Birin.

Terkait berbagai inovasi yang dilakukan para kepala daerah, Kementerian LHK akan memberikan penghargaan Nirwasita Tantra kepada mereka yang berhasil melakukan pengelolaan administrasi dan kepemimpinan lingkungan terbaik.

BACA LAGI : Menteri LHK Apresiasi Gerakan Revolusi Hijau Kalimantan Selatan

Kepala daerah penerima penghargaan Nirwasita Tantra harus mencerminkan adanya leadership yang kuat dalam menjaga lingkungan demi kesejahteraan masyarakat.

Diharapkan dari ajang penghargaan Nirwasita Tantra ini akan muncul inovasi dan terobosan dalam mengatasi permasalahan lingkungan, dengan mengedepankan sinergitas antar stakeholder.(jejakrekam)

Penulis Balsyi
Editor Did GS