ACT

Ingin Masuk Even Nasional, Ini Catatan dari Menpar Arief Yahya

0 109

MENTERI Pariwisata Arief Yahya mengakui banyak pimpinan daerah di Kalsel meminta agar even budaya dan lainnya masuk kalender pariwisata nasional, namun hal itu belum bisa mewujudkan. Perlu formula jitu agar potensi wisata daerah masuk even kalender nasional.

“ADA tiga kunci utama untuk mengusulkan agar even di daerah masuk even kalender nasional. Yakni, 3A di antaranya atraksi, akses, dan amenitas,” ujar Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya, saat memberi sambutan dalam pesta rakyat memperingati Hari Jadi Provinsi Kalsel ke-69 di Kantor Gubernur Kalsel, Jalan Sudirman, Banjarmasin, Rabu (14/8/2019).

Mantan Dirut PT Telkom Indonesia ini membeberkan, atraksi yang disajikan di daerah harus kreatif dan kualitasnya harus berlevel nasional. Ini berdasar hasil Rapat Kerjaw Wilayah (Rakerwil) Pariwisata Kalsel di Banjarmasin yang ingin menjadi Kalsel sebagai destinasi wisata kelas dunia.

BACA : Pegunungan Meratus Menjual, Menpar : 2020 Harus Diakui Unesco Jadi Taman Dunia

“Saya tak khawatir dengan Kalsel, sebab memiliki atraksi luar biasa yang pernah saya kunjungi, seperti Pasar Terapung, Martapura, Tahura Sultan Adam Mandiangin, Gunung Mawar,” ucapnya.

“Tidak ada yang tidak ingat, begitu saya datang ke puncak Mandiangin, saya langsung bilang destinasi ini tidak kalah indahnya dengan Blue Mountain, di Sidney, Australia,” ujarnya.

Berlanjut ke akses, jika Kalsel berkeinginan menjadikan destinasi utama wisata kelas dunia, maka Menpar Arief mengatakan akses berupa bandara atau airport harus level internasional. “Sebab, jika tak dilakukan, jumlah wisatawan mancanegara yang datang akan kecil jumlahnya,” ucapnya.

Arief mengungkapkan 60 persen wisatawan mancanegara agar saat menuju destinasi wisata, tidak perlu transit di bandara lain. “Saya menyerahkan kepada Gubernur Kalsel agar Bandara Syamsudin Noor segera diusulkan menjadi bandara internasional,” ucapnya.

BACA JUGA : Menpar Arief Yahya : Pasar Terapung Masuk Kalender Even Nasional

Selanjutnya akomodasi. Dalam kamus Arief, yang cocok untuk Kalsel berkonsep wisata temporer, baik dari segi akses atau amenitas. Konsep yang dinamakan nomadic tourism ini dirasa mampu menjangkau destinasi-destinasi wisata alam di Indonesia. Ini karena beberapa bagian destinasi wisata merupakan wilayah kepulauan dengan akses yang susah dijangkau.

“Ambil contoh, akan memakan waktu panjang jika membangun hotel di atas Mandiangin dan hampir tak mungkin. Namun, di sana bisa dibangunkan karapan ataupun kemah jika ingin bermalam,” imbuhnya.(jejakrekam)

Penulis Arpawi
Editor Didi GS

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.