Dirgahayu

Gunakan Heli, Tim Asistensi Mabes Polri dan TNI Pantau Titik Hotspot di Kalsel

MENGGUNAKAN Helikopter BNPB, sebanyak lima orang Tim Asistensi dari Mabes Polri dan TNI melakukan pemantaun titik hotspot dan memastikan secara riil manajemen penanganannya.

KOLONEL Inf Fajar LO dari BNPB wilayah Kalimantan Selatan mengatakan, sejauh ini Tim Asistensi sudah melakukan tugasnya, termasuk bertemu dengan jajaran Kepolisian daerah. “Dalam penilaian tim asistensi, penanganan karhutla di Kalsel sudah baik, dengan sinergi dan bermitra dengan berbagai organisasi dan masyarakat, intinya di Kalsel sementara karhutla masih dapat dikendalikan,” sebut Fajar.

Ia menambahkan, semoga dipuncak kemarau ini kita masih solid untuk mengendalikan karhutla di Kalsel. “Keberhasilan ini saya kira berkat integritas, kebersamaan dan kerjasama tim satgas yang melahirkan  kekuatan super  power sehingga karhutla masih bisa kita kendalikan,” tegasnya.

BACA: Cuaca Cerah Berawan, Kalsel Kategori Merah Karhutla

Sementara dalam pengarahan tim satgas di Bandara Syamsuddin Noor, Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel Sahruddin mengatakan, hari ini ada 10 titik yang tersebar di Tanah laut, HSU, Batola, Banjar dan Balangan. “Dari 10 titik api, cuma satu titik di Gambut yang berpotensi terjadinya Karhutla,” ucapnya.

Namun, lanjut Sahruddin, kabar menyenangkan kemarin terjadi hujan ringan hingga sedang dibeberapa daerah yakni di Kabupaten Tabalong, Balangan, HSU, HSS, HST, Tapin, Banjar dan Banjarbaru.

Sedangkan Uli Mahanani dari BMKG Kalsel menambahkan, hujan tersebut di akibatkan oleh faktor labilitas udara yang cukup kuat dan didukung kelembapan udara atas yang cukup lembab. “Hujan lokal masih berpotensi akan terjadi hari ini dengan hujan intensitas ringan di wilayah Kalsel bagian utara,” imbuhnya.(jejakrekam)

Penulis Asyikin
Editor Fahriza