Dirgahayu

Kuasai Banjarmasin, Kemenangan PAN Bakal Pengaruhi Peta Pilwali 2020

DOMINASI Partai Amanat Nasional (PAN) benar-benar menggeser Partai Golkar yang sempat berjaya di Pemilu 2014. Dalam Pemilu 2019, PAN yang dibidani mantan Walikota Banjarmasin H Muhidin, menyapu bersih semua kursi tersedia di lima daerah pemilihan yang ada di ibukota Kalsel.

PERTAUTAN suara lima parpol besar di ranah politik Banjarmasin pun cukup kentara. Sebut saja, di Banjarmasin Tengah, PAN bisa mengumpulkan 9.230 suara, mengalahkan Golkar yang hanya 6.430 suara. Di posisi tiga besar adalah Partai Gerindra dengan 5.501 suara, PDIP 5.371 suara dan Partai Demokrat bermodal 3.886 suara.

Berikutnya, dapil Banjarmasin Utara, lagi-lagi PAN merajai raihan suara yang berpengaruh terhadap jatah kursi dengan 13.684 suara. Di dapil ini, hanya Gerindra yang mampu menyaingi dengan 11.714 suara. Menariknya, PKS justru bisa membuktikan diri sebagai parpol besar ketiga dengan 9.649 suara. Sisanya, PDIP dengan 7.434 suara dan Golkar di posisi lima besar dengan 7.128 suara.

BACA : Tinggal Menunggu SK Gubernur, Ini Daftar 45 Anggota DPRD Banjarmasin

Pertarungan antara PAN dan Golkar juga berlangsung sengit di Banjarmasin Timur, karena selisih suaranya sangat tipis. PAN sebagai pemenang hanya mendulang 8.505 suara, dibayangi Golkar dengan 8.501 suara. Lagi-lagi, PKS di posisi ketiga dengan 7.694 suara dan PDIP ( 7.521) dan Gerindra dengan 7.268 suara.

Laga sengit memperebutkan suara masyarakat di Kecamatan Banjarmasin Selatan justru terjadi antara PAN dengan PKB. Sebagai pemenang pemilu di daerah padat penduduk dan kaya kursi parlemen ini, PAN bisa merebut 17.844 suara, dibayangi PKB dengan 16.885 suara. Sedangkan, PDIP dengan 8.580 suara, dan Gerindra dengan 8.498 suara dan PKS meraup 7.778 suara.

BACA JUGA : Jelang Pilwali Banjarmasin 2020, Ibnu-Herman Dipastikan Pecah Kongsi

Dominasi Golkar baru tak bisa digoyahkan di Banjarmasin Barat. Di wilayah yang pertarungan megabintang, karena banyak figur ketua partai mencalon seperti Hj Ananda (Ketua DPD Partai Golkar Banjarmasin), Ketua DPC PPP Banjarmasin Arufah Arief dan lainnya, Golkar bisa menyabet 12.241 suara.

Beringin menang lebih seribu suara, karena PAN hanya bisa mengumpulkan 10.265, dibayangi Gerindra dengan 10.155 suara, dan PDIP 8.768 suara dan lima besar juga ditempati PKS dengan 6.929 suara.

Sekretaris DPW PAN Kalsel Faisal Hariyadi pun mengakui perebutan suara di lima dapil yang ada bisa menggambarkan nantinya peta politik jelang pemilihan Walikota-Wakil Walikota Banjarmasin, serta Pilgub Kalsel 2020 mendatang.

“Tentu kami bersyukur, karena dari lima dapil yang ada di Banjarmasin, seluruhnya dimenangi PAN dengan merebut rata-rata dua kursi. Hanya ada satu dapil, kami dapat satu kursi di Banjarmasin Tengah,” ucap Faisal Hariyadi kepada jejakrekam.com, Selasa (13/8/2019).

BACA LAGI : Jika Diusung PAN, Hj Karmila Muhidin Siap Maju Cawali Banjarmasin

Dengan raihan 9 kursi ini, Faisal mengatakan suara yang diraih PAN memang signifikan dengan dominasi kursi di DPRD Banjarmasin. “Makanya, kami optimistis bisa menyokong kader sendiri nanti sebagai calon eksekutif di Balai Kota Banjarmasin. Yang pasti, PAN berkoalisi atau tidak, itu nanti tergantung keputusan partai, namun kami tak menutup komunikasi politik dengan kawan-kawan koalisi,” cetus anggota DPRD Banjarmasin ini.

Sementara itu, Ketua DPC PPP Banjarmasin Arufah Arief mengakui partainya harus kehilangan tiga kursi dalam Pemilu 2019, dibandingkan Pemilu 2014. Tiga kursi yang direbut parpol lain itu berada di Banjarmasin Utara, Banjarmasin Tengah, dan Banjarmasin Timur.

“Ya, kami hanya bisa mendulang kursi di Banjarmasin Selatan dan Barat. Ini jadi bahan evaluasi kami ke depan, terlebih lagi jelang pilkada serentak 2020, yang bisa jadi acuan dalam menyusun strategi pemenangan,” ucap Arufah.(jejakrekam)

Penulis Arpawi/Didi GS
Editor Didi G Sanusi