Dirgahayu

Syukuran Qurban di Pulau Bromo, Walikota Santap Siang Bersama Warga

Global Qurban-ACT Kalsel kini menghadirkan program inovatif bertajuk Syukuran Qurban dalam perayaan Idul Adha 1440 di Pulau Bromo.

TAK hanya membagikan daging kurban mentah kepada warga. Perayaan ini juga diwujudkan dengan memotong sapi kurban yang dimasak langsung menjadi 385 porsi hingga dibagikan ke masyarakat di Masjid Byna Taqwa untuk santap siang bersama.

Sekadar diketahui, Pulau Bromo merupakan sebuah pulau delta di antara Sungai Mantuil dan Sungai Barito. Wilayah ini terletak di Kecamatan Banjarmasin Selatan, tepatnya di Kelurahan Mantuil.

BACA: Kurban Dermawan Sampai Pulau Bromo, Besek Jadi Pengganti Kantong Plastik

Nah, niat dari organisasi kemanusiaan ini merupakan upaya dalam memberikan kebahagiaan ke masyarakat Pulau Bromo yang didapat dari program Dermawan Berqurban, khususnya di area kantong-kantong kemiskinan.

“Makanya, kita ingin menjalin silaturahmi dan menghadirkan kegembiraan masyarakat pinggiran kota di Pulau Bromo,” ucap Kepala Cabang ACT Kalsel, Zainal Arifin.

Syukuran Qurban ini pun mendapat atensi dari Pemkot Banjarmasin. Ini mengingat, Walikota Ibnu Sina turut hadir membaur bersama warga Pulau Bromo menikmati momen Hari Raya Kurban.

“Walikota sengaja didatangkan melalui perantara ACT Kalsel, tujuannya agar mereka bisa dekat, bersalaman dan berselfie dengan pemimpin daerahnya,” ujar Zainal Arifin saat dihubungi jejakrekam.com.

Bagi Zainal, syukuran tersebut dinilai penting dalam menguatkan kemitraan dengan mitra-mitra lembaga, perusahaan dan komunitas yang selama ini aktif dalam menggerakan kepeduliaan umat untuk menyalurkan kurban melalui Global Qurban ACT.

BACA JUGA: Daging Masak Habang, Olahan Kurban ala Warga Pulau Bromo

Selain itu, Syukuran Qurban ini juga sebagai refleksi pasca adanya pesta demokrasi pemilihan presiden (Pilpres) supaya dapat meningkatkan suasana kebersamaan antar masyarakat. “Pemilu lalu kan kita lihat sendiri terkotak-kotak. Makanya kita satukan melalui kebersamaan,” ucapnya.

Disamping itu, Zainal ingin mengeksplor lebih jauh lagi dan memperkenalkan keberadaan pulau ini. Sebab, Pulau Bromo dianggap belum familiar atau tidak diketahui masyarakat. “Apalagi akses ini tidak bisa lewat darat, melainkan sungai. Itu yang menjadi sesuatu tantangan bagi kita,” pungkasnya.

Sementara, Walikota Banjarmasin Ibnu Sina menyatakan kunjungannya bersama ACT Kalsel menjadi bagian dari spirit berkurban. Sebab, hewan yang dikurbankan justru menyatukan seluruh warga dalam bergotong royong. “Dalam artian, berbagi kepada sesama dilingkungannya masing-masing dan kumpul bersama keluarga,” katanya.

BACA LAGI: Jembatan Gantung Pulau Bromo Segera Dibangun

Ibnu Sina berpendapat, sudah sepatutnya perayaan ini digelar setiap tahun hingga melibatkan warga bergotong-royong, termasuk makan bersama-sama. “Ini bagian dari mengakrabkan seluruh warga. Tentunya rasa kekeluargaan akan tumbuh, melalui perantara ACT yang mengundang mitranya yang dermawan dengan masyarakat,” ucapnya.

Ibnu berharap, kegiatan ini bisa bermanfaat bagi warga pulau Bromo. Bahkan, mantan anggota DPRD Kalsel menjanjikan, pembangunan di Pulau Bromo ini setiap tahun semakin diperhatikan. “Insya Allah. Tahun lalu, Pemkot sudah buatkan titian beton sepanjang 300 meter. Tentunya sangat bermanfaat sekali, bagi kampung yang berada dipinggir sungai,” katanya.

Ibnu pun meminta restu, agar pembangunan untuk Jembatan Gantung Pulau Bromo berjalan dengan lancar. Sehingga masyarakat tak lagi mengeluhkan susahnya transportasi ketika air surut. “Karena disini semacam delta, sangat landai sekali. Begitu surut, pantainya luas dan kondisinya berlumpur. Tentu sangat menghambat transportasi. Sehingga pilihannya adalah membangunkan jembatan gantung yang bisa dilalui roda dua dan tiga,” imbuhnya.(jejakrekam)

Penulis Arpawi
Editor Fahriza