Dirgahayu

Lintasi Tiga Negara Sepanjang 5.100 Km, 12 Mobil Kelilingi Pulau Borneo

BERDURASI 12 hari perjalanan darat, 12 unit mobil dari berbagai merek bergerak untuk mengelilingi Pulau Borneo, melintasi tiga negara, Indonesia, Malaysia dan Brunei Darussalam. Jarak tempuh mencapai 5.100 kilometer harus diarungi konvoi mobil bertajuk Touring Kemerdekaan 2019.

DILEPAS secara resmi Gubernur Kalsel Sahbirin Noor di Siring Titik Nol Kilometer Jalan Jenderal Sudirman, dengan mengangkat bendera start dan diiring doa keselamatan dalam tour Pulau Borneo, Senin (12/8/2019).

Dalam onvoi mobil ini, tercatat ada 33 kru yang ikut berasal dari Bali, Semarang, Bandung. Sisanya, mayoritas para penjelajah asal Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Ada lima unit mobil Toyota Corolla DX, satu unit KIA Travelo, satu mobil Ford Ranger dan sisanya mobil BMW emisi lawas dan teranyar ikut dalam touring melintasi tiga negara ini.

BACA : Pulau Terbesar di Indonesia Harus Punya Menteri

Gubernur Sahbirin Noor pun mengapresiasi kegiatan Tour Kemerdekaan ke-74 ke negeri serumpun, Malaysia dan Brunei Darussalam dengan titik awal dari Banjarmasin, demi memupuk semangat kecintaan terhadap Pulau Borneo.

“Kita ingin membuktikan jika warga negara Indonesia ramah untuk mengunjungi negara lain. Semoga dalam perjalanan tercapai sesuai tujuan dengan selamat. Untuk menciptakan kerukunan masyarakat dunia,” ucap Paman Birin, sapaan akrabnya.

Dengan misi anjangsana para pencinta otomotif, Paman Birin mengingatkan agar bisa memperlihatkan kerukunan dan bersamaan sesama antar bangsa, khususnya sesama warga Pulau Borneo.

BACA JUGA : Ganti Borneo dengan Kalimantan, Kisah Perjuangan Kaum Sopir Barabai

Sementara itu, salah satu kru Touring Kemerdekaan 2019, Arif Husaini mengungkapkan rute yang akan dilewati konvoi mobil asal Indonesia ini berawal dari Banjarmasin, memasuki Kota Palangka Raya dan Sampit hingga Lamandau (Kalimantan Tengah), kemudian melintasi Tayan dengan ikon Jembatan Tayan, Kabupaten Sanggau hingga Entikong, Kalimantan Barat.

“Baru kami memasuki wilayah perbatasan antara Kalbar dan Sarawak. Perjalanan berlanjut ke Brunei Darussalam, hingga ke Sabah Malaysia. Ya, kami perkirakan memakan waktu 12 hari dari 12 hingga 22 Agustus 2019 mendatang, nantinya kami akan balik singgah ke Kuching dan Pontianak, Kalbar baru balik kembali ke Banjarmasin,” ucap Arif Husaini.

Demi menempuh perjalanan jauh mengelilingi sebagian Pulau Borneo dengan rute yang sama, Arif memohon doa keselamatan dan kelancaran warga Kalsel khususnya. “Terpenting, menjaga kekompakan. Nantinya, saat peringatan Hari Kemerdekaan RI ke-74 pada 17 Agustus 2019 mendatang, kami merayakannya di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia,” tutur Arif.(jejakrekam)

 

Penulis Deden
Editor Didi GS