PKPI Tawarkan Denny, Surya dan Fadjroel Jadi Pendamping Rosehan-Muhidin

MESKI meraih hasil minor dalam Pemilu 2019, toh Partai Keadilan Persatuan Indonesia (PKPI) tetap menjaga percaya diri untuk mengusung figur-figur alternatif dalam Pilkada Kalsel 2020 mendatang.

FIGUR-figur yang selama ini dinilai tak dilirik sebagai kandidat Gubernur Kalsel ditawarkan PKPI untuk diusung demi menyuguhkan pilihan variatif bagi masyarakat Banua.

Sekretaris PKPI Kalsel Ahmad Zaki mengungkapkan perlu terobosan baru dalam politik Kalsel agar figur-figur yang tampil dalam pesta demokrasi tidak didominasi calon petahana maupun tokoh ketua parpol.

“Figur alternatif itu seperti mantan Wagub Kalsel HM Rosehan Noor Bachri yang terbukti tiga periode menjadi wakil rakyat di DPRD Kalsel, atau H Muhidin yang pernah jadi anggota DPRD Kalsel dan mantan Walikota Banjarmasin bisa jadi pilihan masyarakat,” ucap Ahmad Zaki kepada jejakrekam.com, di  Banjarmasin, Minggu (11/8/2019).

BACA : Fadjroel Rachman Maju di Pilkada Kalsel?

Walau tak memiliki kursi di DPRD Kalsel hasil Pemilu 2019, namun ditegaskan Zaki, tokoh sekelas HM Rosehan Noor Bachri dan H Muhidin bisa diduetkan dengan tokoh muda yang telah menasional, semacam Prof Dr Denny Indrayana dan Fadjroel Rahman, serta Surya Fermana.

“Tiga tokoh muda asal Kalsel ini terbukti telah berkiprah di kancah nasional, jika mereka diberi kesempatan untuk berkiprah di Banua, tentu politik kita lebih berwarna,” ucapnya.

Menurut Zaki, sosok Surya Fermana sendiri merupakan aktivis muda yang juga orang dekat mantan Kepala BIN AM Hendropriyono yang tak perlu diragukan kapabilitas dan kemampuannya. Terlebih lagi, Surya Permana merupakan jebolan salah satu perguruan tinggi terdepan di Indonesia, yakni Universitas Indonesia.

BACA JUGA : Unggul di Polling, Denny Indrayana Bakal Maju di Pilgub Kalsel

Begitupula, beber Zaki, dengan figur Denny Indrayana yang merupakan mantan Wakil Menteri Hukum dan HAM era Presiden Susilo Bambang Yudhyono serta pakar hukum tata negara yang diakui nasional maupun internasional, khususnya di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta dan kampus-kampus yang ada di Australia.

“Sedangkan, Bung Fadjroel Rahman merupakan aktivis 1998 yang kini komisaris utama di salah satu BUMN terkemuka di Indonesia, sudah terbukti kiprahnya di nasional. Apalagi, Bung Fadjroel sempat menggemparkan politik nasional dengan usulan calon presiden independen,” papar Zaki.

BACA LAGI : Aktivis Muda NU Prihatin dengan Ancaman Pembungkaman Kebebasan Berpendapat dan Pers

Kenapa para tokoh muda ini ditawarkan PKPI sebagai calon pendamping Rosehan Noor Bachri atau H Muhidin? Ada alasan kuat diakui Zaki dengan menyandingkan tokoh lokal ini dengan tokoh nasional, karena berdasar kemampuan figur masing-masing.

“Pak Rosehan tentu tak perlu dipertanyakan lagi, karena pernah menjadi Wakil Gubernur Kalsel pendamping Gubernur Rudy Ariffin pada periode pertama. Sedangkan, H Muhidin merupakan mantan Walikota Banjarmasin, dan terbukti di masa kepemimpinannya banyak torehan prestasi dalam membangun kota dan menyelesaikan sekelumit problematika sosial masyarakat kota,” imbuh mantan aktivis HMI Banjarmasin ini.(jejakrekam)

Penulis Arpawi
Editor Didi GS
Subscribe to our newsletter
Sign up here to get the latest news and updates delivered directly to your inbox.
You can unsubscribe at any time