Dirgahayu

Kelelahan di Mudzalifah, Satu Jamaah Haji Kalsel Meninggal Dunia

INNALILLAHI wa inna ilahi rojiun. Jamaah haji asal Kalimantan Selatan bernama Siti Hawariyah Utuh Hasan, berusia 93 tahun tergabung dalam kloter BDJ-19 diinformasikan telah wafat saat bersama rombongan di Muzdalifah maktab 50, Ahad (11/8/2019), pukul 00.45 waktu Arab Saudi.

ALMARHUMAH tercatat berpaspor C371498, dengan alamat Jalan Kampung Melayu Darat Gang IAIN Nomor 09 Kota Banjarmasin, meninggal dunia karena faktor usia dan kelelahan usai mengikuti rangkaian ritual haji di Tanah Suci.

“Saat itu, almarhumah sudah mengalami keterbatasan gerak karena menggunakan kursi roda serta mengalami kesulitan makan dan eleminasi (BAK/BAB),” ucap Kepala Kanwil Kemenag Kalsel Noor Fahmi kepada jejakrekam.com, usai shalat Idul Adha di Masjid Raya Sabilal Muhtadin, Banjarmasin, Minggu (11/8/2019).

BACA : Pakai Visa Forudah, Bertolak ke Tanah Suci, Jamaah Haji Travellindo Setor Rp 30 Juta

Ia menjelaskan informasi ini didapat Kemenag Kalsel bahwa almarhumah tampak sangat lemah saat diperiksa tim kesehatan dengan tekanan darah 130/80 mmhg, temperature (suhu tubuh) 37.6 celcius,  serta intakae yang kurang.

“Tim medis  melakukan pemasangan infus berupa cairan RL + neurobion 20 tpm. Sebelumnya, almarhumah sempat mengeluh nyeri perut dan belum ada buang air besar selama kurang lebih tiga hari,” ucap Noor Fahmi.

Tindakan medis cukup cepat dengan memberikan oksigen masker 6-8lpm maksimal serta terapi injeksi pantoprazole oleh TGC, saturasi membaik sampai 97 persen, hingga dilakukan observasi selama 3 jam.

“Dari rekomendasi TGC jamaah dalam kondisi membaik, tidak perlu dirujuk ke KKHI dan boleh kembali ke kloter,” beber Noor Fahmi.

BACA JUGA :  Terjunkan Tim ke Tanah Suci, Jamaah Haji Plus Travellindo Diawasi Kemenag

Selanjutnya, cerita Noor Fahmi, almarhumah dibawa kembali ke kloter dan dilakukan observasi dengan tekanan darah 130/80 mmhg, dengan suhu tubuh 36.5 celcius.

“Saat, melihat kondisi jamaah sudah membaik dan sadar penuh, mau makan dan akan ada pergerakan ke Muzdalifah, oleh tim medis diputuskan untuk dilepas infus. Saat itu, seluruh jamaah bergerak menuju Muzdalifah, termasuk almarhumah,” papar Noor Fahmi.

Berikutnya, jamaah menempati Muzdalifah serta kondisi almarhum telah bai dan sadar penuh didampingi  sanak keluarga, utamanya anak dan saudara kandung yang bersangkutan.

Cukup mengejutkan, sekitar pukul 00.40 waktu Arab Saudi, pendamping melaporkan kondisi almarhumah sudah tidak sadar, setelah diperiksa nadi almarhumah sudah tidak teraba. Begitupula, tensi tidak terukur hingga pupil midriasis total.

“Baru, pada pukul 00.45 waktu Arab Saudi, jamaah tersebut dinyatakan telah meninggal dunia oleh dokter kloter BDJ 019 yaitu dr H Randi Aldata Alfin,” imbuhnya.(jejakrekam)

Penulis Asyikin
Editor Didi GS