Dirgahayu

Figur Habib dalam Pusaran Politik Kalsel yang Ternyata Lebih Menjual

BUKAN rahasia umum, figur para habib dalam pusaran politik Kalimantan Selatan, terbukti cukup ampuh untuk merebut kursi parlemen. Tak hanya di Pemilu 2019, dalam pesta demokrasi lima tahunan sebelumnya, nama mereka menghiasi daftar para politisi yang menyandang titel wakil rakyat.

GELAR habib yang disematkan kepada para zuriat Rasulullah SAW, terbukti bisa merengkuh kursi bergengsi dalam tarung legislatif 2019 lalu. Sebut saja, tercatat ada tiga figur habib yang melenggang sebagai senator terpilih di Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI.

Mereka adalah dua calon petahana, Habib Abdurrahman Bahasyim alias Habib Banua dan Habib Hamid Abdullah dengan ikon selendang hijaunya, sebagai peraih suara terbanyak pertama dan keempat dalam laga senator Kalsel 2019.

Figur lainnya adalah Habib Zakaria Bahasyim yang merupakan Imam Front Pembela Islam (FPI) Kalsel.  Meski sebagai pendatang baru, toh terbukti Habib Zakaria Bahasyim, mampu merontokkan kans tokoh-tokoh termasuk calon petahana yang selama ini ‘langganan’ calon jadi senator Kalsel.

BACA : Empat Kursi Senator Kalsel Bakal Diisi Trio Habib Plus Gusti Farid

Peluang besar juga dimiliki Habib Aboebakar Alhabsyi dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), terbukti empat kali menyandang titel politisi Senayan. Sejak ikut Pemilu 2004, 2009, 2014 hingga 2019, legislator kawakan PKS ini terus melangkah mulus mengisi kursi wakil rakyat Kalsel di DPR RI.

Untuk perebutan 55 kursi DPRD Kalsel dalam Pemilu 2019, terbukti nama habib juga menjual dan dipilih masyarakat Banua. Nyaris seluruh dapil, ada figur habib mengisi kursi wakil rakyat di Rumah Banjar, Jalan Lambung Mangkurat.

Sebut saja, Habib Ahmad Bahasyim, adik kandung Habib Banua (Habib Abdurrahman Bahasyim) dari Partai Demokrat dengan raupan 7.688 di dapil panas Banjarmasin. Di dapil Kalsel 2 (Kabupaten Banjar), Habib Ahmad Al Atas dari PAN juga meraih kursi wakil rakyat di Rumah Banjar dengan 11.899 suara.

BACA JUGA : Pengaruh Habib Dalam Politik Elektoral

Bergeser ke dapil Kalsel 4 (Tapin, Hulu Sungai Selatan dan Hulu Sungai Tengah), jago usungan PKB, Habib Musa Assegaf sebagai debutan anyar bisa dilantik bersama rekannya 54 anggota DPRD Kalsel periode 2019-2024.

Ada pula Habib Muhammad Zen Bahasyim merebut satu kursi untuk PAN di DPRD Kalsel dengan sokongan  25.895 suara di dapil Kalsel 5 mencakup Kabupaten Hulu Sungai Utara, Balangan dan Tabalong, yang dikenal sangat ketat persaingan dalam memperebutkan kursi parlemen Banua ini.

Ini belum lagi, kursi DPRD kabupaten dan kota di Kalsel hasil Pemilu 2019, yang juga diisi para figur Habib yang terbukti membumi dalam aroma politik Banua.

Pengamat politik Islam asal UIN Antasari Banjarmasin, Dr Ani Cahyani Maseri mengakui kans figur habib dalam politik Kalsel sangat cerah dan menjanjikan.

“Ini tak bisa dipungkiri dalam konteks masyarakat Kalsel, terutama suku Banjar sangat menyukai figur habib tak hanya dalam perspektif keagamaan, namun juga dalam politik elektoral,” tutur Ani Cahyadi kepada jejakrekam.com, di Banjarmasin, Minggu (11/8/2019).

BACA JUGA : Ini 10 Besar Pendulang Suara Terbanyak DPRD Kalsel, Caleg Golkar H Rusli Teratas

Ia menegaskan seseorang figur yang bergelar habib dalam konteks kepemiluan di Kalsel sangat tinggi nilai jualnya atau secara elektabilitas sangat manjur dipilih masyarakat, khususnya di mayoritas suku Banjar.

“Sebenarnya, tak hanya dalam konteks pemilihan legislatif (pileg), para habib ini dalam tataran pemilihan kepala daerah (pilkada) apakah pemilihan gubernur, bupati atau walikota, mampu menaikkan elektabilitas seorang calon. Syaratnya, posisi habib tidak bisa ditempatkan sebagai orang nomor satu, namun sebagai pendamping atau wakil,” tutur doktor jebolan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini.

BACA LAGI : 11 Kursi DPR di Kalsel Perpaduan Wajah Lama dan Pendatang Baru, Ini Nominatornya!

Ani Cahyadi pun menyarankan jelang pilkada serentak 2020, dengan ketokohan seorang habib yang tinggi elektabilitasnya, bisa digaet sebagai pendamping figur kepala daerah.

“Formulanya bisa dengan posisi orang nomor satu diisi figur yang sudah berpengalaman di birokrasi pemerintahan. Sebagai pendamping, dapat mengambil figur habib, sangat kuat diprediksi duet ini akan menjadi pemenang pilkada, khususnya di Kalsel,” imbuh Ani Cahyadi.(jejakrekam)

 

Penulis Asyikin/Didi GS
Editor Didi G Sanusi