ACT

Didekati Golkar, PPP Banjarmasin Akui Ditawarkan Usung Hasnur-Ananda

1 858

TAWARAN Partai Golkar agar Partai Persatuan Pembangunan (PPP) termasuk garda parpol pengusung Hasnuryadi Sulaiman dalam pemilihan Walikota-Wakil Walikota Banjarmasin 2020 mendatang, masih digodok matang dua parpol itu.

KETUA DPC PPP Kota Banjarmasin Arufah Arief mengakui ada pembicaraan awal dengan petinggi Golkar untuk merancang kongsi politik mengusung Hasnuryadi Sulaiman.

“Namun, semua itu masih sebatas pembicaraan awal, belum ada tndak lanjut konkret, karena kami masih menunggu pelantikan 45 anggota DPRD Banjarmasin hasil Pemilu 2019, serta regulasi terkait pilkada serentak 2020 mendatang,” ucap Arufah Arief kepada jejakrekam.com, Jumat (9/8/2019).

BACA : Semua Tergantung Hasnur, Ibnu Sina-Hj Karmila Batal Mencalon Walikota?

Dengan hanya meraih dua kursi hasil Pemilu 2019 dari dapil Banjarmasin Barat dan Banjarmasin Selatan, Arufah mengatakan PPP tentu tidak bisa mengusung calon sendiri, sehingga harus merangkul parpol lain.

“Terkecuali PAN, semua parpol yang meraih kursi di DPRD Banjarmasin mau tak mau harus membangun koalisi parpol untuk menghadapi Pilwali 2020. Termasuk, Golkar sendiri yang hanya punya enam kursi, otomatis kekurangan tiga kursi lagi,” ucap Wakil Ketua DPRD Banjarmasin ini.

Untuk membentuk fraksi gabungan di DPRD Banjarmasin, Arufah mengakui telah menjalin kesepakatan dengan Partai Nasdem dan Partai Bulan Bintang (PBB). Caleg terpilih Nasdem adalah Yunan Chandra, sedangkan PBB diwakili Ismail Ibrahim.

“Jadi, empat kursi terdiri dari PPP, dan satu kursi Nasdem dan PBB bisa membentuk fraksi gabungan nantinya. Yang pasti, soal Pilwali Banjarmasin 2020, kami sepakat jika PPP punya daya tawar sendiri,” ucap Arufah.

BACA JUGA : Kalau Satu Putaran, Dana Pilwali Banjarmasin 2020 Cukup Rp 30 Miliar

Sebelumnya, Ketua DPP PPP Syaifullah Tamliha mengingatkan agar parpolnya harus menjadi lokomotif jelang pilkada serentak, bukan lagi parpol yang hanya jadi pengusung, tapi bisa mendorong kader sendiri untuk ditawarkan ke parpol lain.

“PPP itu punya kader potenasial, sepatutnya tak hanya jadi partner politik, tapi juga bisa menawarkan kadernya. Ini penting demi menjaga eksistensi partai jelang pilkada serentak 2020,” kata Syaifullah Tamliha.

Terpisah, Sekretaris DPD Partai Golkar Banjarmasin Matnor Ali F mengakui ada pendekatan personal dilakukan pihaknya ke PPP dan parpol lainnya agar bisa mengusung Hasnuryadi Sulaiman bersama Ketua DPRD Banjarmasin Ananda maju dalam Pilwali 2020 mendatang.

BACA LAGI : Viralkan Dua Noor, Nama Rosehan Jadi Pendamping Sahbirin Menguat

Formulasinya, enam kursi milik Golkar ditambah dua kursi PPP dan satu kursi Partai Nasdem, sudah cukup untuk mengusung Hasnur-Ananda sebagai kandidat.

“Jadi, syarat minimal 9 kursi atau 20 persen dari 45 kursi di DPRD Banjarmasin telah terpenuhi, jika Golkar bersama PPP dan Nasdem maju sebagai parpol pengusung Hasnur-Ananda,” ucap Matnor.(jejakrekam)

Penulis Ahmad Husaini
Editor Didi GS
1 Komentar
  1. Urang banjar jua berkata

    Sangat setuju sekali…. Generasi millenial banua

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.