Mobil Dilarang Lewat Jalan Rahayu Diarahkan ke Jalan Pematang Sungai Tabuk

RUAS Jalan Rahayu yang terakses ke Jalan Pramuka dan Jalan Veteran, Sungai Lulut, dilarang untuk jalur alternatif pengendara roda empat. Ini menyusul hasil kesepakatan bersama Forum Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ)  di Hotel Zuri Ekspress Banjarmasin, Kamis (8/8/2019).

“KHUSUS bagi warga Jalan Rahayu bisa melalui jalan ini, termasuk mobil pemadam kebakaran dan ambulance dalam keadaan darurat,” ucap Kepala Seksi Rekayasa Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Kalsel, Rudy Haryanto, usai rapat Forum LLAJ yang dikoordinir Kepala Dinas PUPR Kalsel Roy Rizali Anwar, bersama jajaran Polda Kalsel, Polresta Banjarmasin dan Polres Banjar, serta unsur dari Pemkot Banjarmasin dan Pemkab Banjar.

Ia menegaskan bagi mobil juga dilarang mengaspal di ruas Jalan Veteran antara Jembatan Sungai Gardu I, Sungai Gardu II hingga Jembatan Sungai Lulut, perbatasan Kota Banjarmasin-Kabupaten Banjar.

“Bagi pengendara roda dua bisa melewati jembatan darurat yang disediakan. Kamiharap masyarakat bisa memahaminya,” tegas Rudy.

BACA : Jembatan Sungai Gardu I Ditutup, Jalan Komplek Rahayu Macet Parah

Alternatifnya, untuk mobil ataupun angkutan barang bakal diarahkan petugas yang berjaga ke Jalan Pamatang Sungai Tabuk dan Gambut. Di samping itu, beber dia, rambu petunjuk arah pun turut dipasang di jauh-jauh tempat, sehingga tidak ada lagi mobil yang terlanjur masuk, hingga sulit untuk keluar.

Senada itu, Kabid Bina Marga Dinas PUPR Kalsel M Yasin Toyib menyebut penutupan Jembatan Sungai Lulut akan diberlakukan pada Kamis (15/8/2019) mendatang, agar bisa segera digarap kontraktor tiga jembatan. “Makanya sementara ini kita bangunkan jembatan darurat,” katanya.

Diakui Yasin, pekerjaan tiga bangunan jembatan ini dilakukan bertahap, usai Jembatan Sungai Gardu I selesai akan dilanjutkan lagi ke Sungai Lulut. Sedangkan Gardu II menunggu anggaran perubahan 2019.

BACA JUGA : Warga Rahayu Keluhkan Jalan Berdebu, PUPR Belum Bisa Lakukan Pengaspalan

Yasin menambahkan, Jembatan Sungai Lulut masih direview, sembari menunggu Gardu I dikerjakan yang ditarget selesai akhir tahun. Sehingga, menurut dia, pihaknya perlu waktu untuk memutuskan,apakah jembatannya dikecilkan, atau masih menggunakan perencanaan yang lama.

“Dimungkinkan dua bulan untuk pembangunan Jembatan Sungai Gardu I selesai, hingga dilanjutkan ke Sungai Lulut,” katanya.

Meski begitu, pembebasan Jembatan Sungai Lulut ini belum bisa diselesaikan oleh pihak Pemkab Banjar, lantaran masih dua persil lahan yang hingga kini belum tuntas.

BACA LAGI : Terlambat Sebulan, PUPR Genjot Kontraktor Garap Tiga Jembatan Sungai Lulut

Sementara, Lurah Sungai Lulut Umar Rahmani berharapkepada masyarakat di sekitar bangunan tiga jembatan ini untuk bersabar. Ini dipicu akan terjadi penutupan beberapa jalur yang akan terkena imbas pembangunan tersebut. “Jadi, mohon dukungan dari masyarakat untuk bersabar,” imbuhnya.(jejakrekam)

Penulis Arpawi
Editor Didi GS
Subscribe to our newsletter
Sign up here to get the latest news and updates delivered directly to your inbox.
You can unsubscribe at any time