Dirgahayu

Terlambat Sebulan, PUPR Genjot Kontraktor Garap Tiga Jembatan Sungai Lulut

PENGGARAPAN tiga jembatan di kawasan Sungai Lulut, Kecamatan Banjarmasin Timur yang berbatasan dengan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, terlambat sebulan dari jadwal yang ditetapkan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kalsel.

BANYAK kendala yang dihadapi pihak kontraktor, PT Multi Usaha Pembangunan di lapangan, seperti harus membangun jembatan darurat sebagai akses kendaraan bermotor roda dua di perbatasan Kelurahan Pengambangan dan Sungai Lulut. Hingga pembebasan lahan dan bangunan milik warga yang ada di bantaran Sungai Martapura dan Sungai Gardu dan Sungai Lulut.

Ini belum lagi, jaringan utilitas seperti kabel listrik dan Telkom yang belum dipindah di bahu jalan dekat Jembatan Sungai Gardu I, II dan Sungai Lulut. Sebelumnya, jaringan pipa PDAM Bandarmasih sudah dipindah ke halaman rumah warga yang telah dibebaskan.

BACA : Jembatan Sungai Gardu I Ditutup, Jalan Komplek Rahayu Macet Parah

Mirisnya, baru Selasa (6/8/2019), alat pancang dan alat berat dipasok pihak kontraktor, seiring dengan penutupan Jembatan Sungai Gardu I dan pembukaan jembatan darurat di atas bantaran Sungai Martapura. Ini sering dengan dipasangnya papan pengumuman berfoto Gubernur Kalsel Sahbirin Noor mengenai penutupan Jembatan Sungai Gardu I.

Dampak yang dirasakan para pengguna jalan adalah kemacetan, tak hanya di ruas Jalan Veteran, namun juga melebar hingga ruas Jalan Komplek Rahayu, terutama pada sore hari. Pemandangan tumpukan volume kendaraan bermotor, hingga tertumpu di titik masuk Komplek Rahayu dengan Jalan Pramuka, Banjarmasin.

“Yang belum dibereskan adalah jaringan kabel listrik dan Telkom. Banyak tiang listrik yang masih berdiri dan belum dipindah ke tempat lain,” ucap Mursidi, warga Sungai Gardu kepada jejakrekam.com.

Terlambatnya pembangunan Jembatan Sungai Gardu I yang didahulukan kontraktor, dibandingkan dua jembatan lainnya juga diakui Kepala Dinas PUPR Kalsel Roy Rizali Anwar.

Padahal, sesuai skema, dua jembatan yang dibangun membentang panjang menggantikan Jembatan Sungai Gardu I dan Jembatan Sungai Lulut, harusnya digarap sejak Juli 2019 lalu. Sedangkan, Jembatan Sungai Gardu II yang lebih kecil diganti dengan model box culvert. Nilai proyek tiga jembatan ini mencapai Rp 17,5 miliar.

“Seharusnya, sejak Juli lalu sudah digarap pihak kontraktor. Namun, keterlambatan sebulan ini akibat pembebasan lahan yang belum beres, baik dari sisi wilayah Banjarmasin maupun Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar,” ucap Roy Rizali Anwar kepada jejakrekam.com, Rabu (7/8/2019).

BACA JUGA : Perlu Solusi Imbas Penutupan dan Pengalihan Lalulintas Akibat Pembangunan Jembatan Sungai Lulut

Namun, mantan Kepala Dinas PUPR Kabupaten Tanah Bumbu ini hakkul yakin penggarapan tiga jembatan ini bisa selesai sesuai target waktu yang dipatok pihaknya.

“Semoga pihak kontraktor bisa bekerja maksimal dan menggerakkan semua kemampuannya agar pembangunan tiga jembatan ini bisa selesai tepat waktu. Sebab, jika molor, dampaknya akan lebih banyak lagi, selain mengubah arus lalu lintas juga mengganggu aktivitas warga dalam kesehariannya,” tandas Roy.(jejakrekam)

 

Penulis Asyikin
Editor Didi GS