Kesulitan Bayar Tagihan Air, Lapas Muara Teweh Minta Bantuan Pemkab Barito Utara

LEMBAGA Pemasyarakatan  Kelas IIB Muara Teweh berharap bantuan dari Pemkab Barito Utara untuk mengatasi permasalahan pembayaran air PDAM. Lapas Kelas IIB Muara Teweh harus membayar air bersih PDAM Rp 9 juta per bulan, sementara dana yang dikucurkan pemerintah pusat hanya Rp 156 ribu per bulan.

KEPALA Lapas Kelas IIB Muara Teweh Sarwito mengungkapkan, selama ini anggaran pemerintah pusat untuk pembayaran air hanya sebesar Rp 156 ribu per bulan atau hanya sekitar Rp 2,4 juta per tahun.

“Dana tersebut hanya cukup untuk membayar beban PDAM. Sejak pipa air PDAM ke Lapas diganti dengan ukuran besar sesuai dengan kebutuhan penghuni, tagihan air PDAM mencapai Rp 9 juta per bulan,” ujar Sarwito.

BACA : Ganti Meteran Air, PDAM Barut Targetkan Pendapatan Rp 2,3 Miliar

Ia mengatakan, jumlah penghuni Lapas Kelas IIB Muara Teweh sebanyak 316 orang. Anggaran untuk pembayaran air hanya tersedia sampai Juni 2019. Artinya, mulai Juli sampai saat ini, Lapas Kelas IIB Muara Teweh menunggak pembayaran kepada PDAM Muara Teweh.

“Kami berharap bantuan dari Pemkab Barito Utara. Baik itu dibebaskan pembayaran air PDAM atau Pemkab Barito Utara membantu pembayarannya,” harapnya.

Pihaknya tidak bisa cepat mendapatkan dana karena harus melapor ke pemerintah pusat. Kalau pun ada, belum tentu bisa membayar semua tagihan air PDAM Muara Teweh.(jejakrekam)

Penulis Herry
Editor Andi Oktaviani