Dirgahayu

Bakal Lapor Balik Puar Junaidi, Dosen STIA Bina Banua Siap Bersaksi

TUDINGAN menggunakan ijazah palsu dalam proses pencalegan kepada Ketua DPRD Banjar HM Rusli yang bertengger sebagai peraih suara terbanyak caleg DPRD Kalsel di Pemilu 2019,  dinilai Fauzan Ramon, jelas-jelas tak berdasar.

ADVOKAT senior yang menjadi kuasa hukum Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Banjar H Rusli ini, menilai laporan yang diajukan anggota DPRD Kalsel dari Golkar, Puar Junaidi, tak memiliki dasar hukum yang kuat.

“Jelas, sudah banyak bukti yang menyatakan jika ijazah yang digunakan klien kami itu asli, bukan palsu. Makanya, kasus pelaporan ke Direktorat Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Kalsel itu sarat dengan nuansa politik. Ini patut diduga sebagai bentuk pembunuhan karakter dari klien kami,” ucap Fauzan Ramon kepada awak media di Banjarmasin, Selasa (6/8/2019).

BACA : Dilaporkan Ke Polda Kalsel, Ketua DPRD Banjar Bantah Berijazah Palsu

Hal ini, menurut Fauzan, karena ada keinginan jika H Rusli bakal mencalonkan sebagai Bupati Banjar dalam Pilkada 2020 mendatang, sehingga kejadian semacam itu mengulang pelaporan serupa pada beberapa waktu lalu.

“Sesama kader beringin, seharusnya bisa menjaga marwah Partai Golkar. Sebab, Puar Junaidi dan H Rusli merupakan kader terbaik beringin,” cetus Fauzan Ramon.

BACA JUGA : Diduga Bermasalah, Ijazah Ketua DPRD Banjar Dilaporkan ke Polisi

Apakah ada langkah untuk melaporkan balik Puar Junaidi ke Polda Kalsel? Menurut Fauzan, saat ini, langkah hukum yang akan ditempuh masih dikonsultasikan dengan H Rusli yang diadukan Puar Junaidi ke polisi. “Apakah nanti melaporkan balik terhadap saudara Puar Junaidi, semua tergantung keputusan klien kami,” ucap Fauzan.

BACA LAGI : H Rusli-Hasanuddin Tersingkir, Tiga Nama Calon Ketua DPRD Kalsel Diusulkan

Sementara itu, mantan dosen H Rusli sewaktu kuliah di STIA Bina Banua Banjarmasin, Humaidi Saleh pun mengaku terkejut dengan laporan dugaan ijazah palsu yang diadukan Puar Junaidi. Ia pun berani bersaksi bahwa ijazah yang digunakan Ketua DPRD Banjar itu adalah asli dan sesuai jenjang pendidikan yang diikuti bersangkutan.

“H Rusli itu benar-benar kuliah di kampus STIA Bina Banua, hingga selesai. Bahkan, H Rusli juga teman satu angkatan saya waktu kuliah S2 di Universitas Mahardhika di Surabaya,” ucap Husaini.(jejakrekam)

 

Penulis Ahmad Husaini
Editor Didi GS