ACT

BNPT dan FKPT Kalsel Selenggarakan Diskusi Film

0 117

GUNA membangun kesadaran bahaya radikalisme di kalangan pelajar, BNPT dan FKPT Kalsel selenggarakan lomba video dan diskusi film, Kamis (1/8/2019), di Dafam Hotel Banjarbaru.

KOORDINATOR Bidang Pemuda Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Kalsel Noorhalis Majid mengatakan, kegiatan dengan tema “Satu Indonesia” ini, tujuannya agar pelajar menjadi bagian untuk membangun Indonesia yang tetap bersatu. “Tanpa perpecahan oleh isu apapun, ternasuk isu radikalisme,” kata Noorhalis Majid.

Prof DR H Ridhahani Fizie, akademisi UIN Antasari, didaulat menyampaikan sambutan tokoh di hadapan hampir 100 pelajar, utusan dari 24 sekolah yang ada di Banjarmasin, Banjarbaru, dan Martapura.

Prof Ridhahani menyampaikan pentingnya pelibatan pelajar dalam pencegahan radikalisme. Selama ini banyak sekolah dan kampus terpapar radikalisme, dan hal ini mengancam keutuhan Indonesia.

BACA : Partisipasi Semua Kalangan Perangi Terorisme

Acara dibuka Direktur Pencegahan BNPT yang diwakili Kasi Partisipasi Masyarakat BNPT RI Letkol Setyo Pranowo. Ia menyatakan berbagai fakta dan peristiwa terorisme yang melibatkan anak muda, dipaparkan dengan gamblang. Anak muda direkrut karena usia yang masih labil menyebabkan mudah dipengaruhi. “Media sosial menjadi alat menyebarkan paham ini dan anak muda pengguna utama media sosial,” kata Setyo.

Sesi diskusi film menghadirkan Anisa Putri Ayudya, seorang praktisi film, membintangi sejumlah film antara lain Kafir, Cokroaminoto, juga presenter acara Jejak Petualang.

Film yang didiskusikan bertema Damai dalam Kardus, karya sutradara Andi Ilmu Utami Irwan dan Sulaiman Noor, sebuah film dokumenter pemenang Eagle Award 2018.

Pelajar sangat antusias mengikuti kegiatan, berbagai pertanyaan disampaikan menyangkut penyebab anak muda terpapar radikalisme, cara mencegahnya, dan bagaimana menjaga keutuhan bangsa.(jejakrekam)

Penulis H Syahminan
Editor Andi Oktaviani

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.