Tawarkan Muhidin-Khairul ke Golkar, Jika Ditolak, PAN Siap Tantang Petahana

ENAM kursi direbut Partai Amanat Nasional (PAN) di DPRD Kalimantan Selatan periode 2019-2024, mengharuskan parpol ini berkongsi untuk mengusung calon Gubernur-Wakil Gubernur Kalsel pada suksesi 2020 mendatang. PAN pun merapat ke Partai Golkar dan menawarkan kadernya sebagai pendamping petahana, Gubernur Sahbirin Noor.

DUA nama yang diajukan ke Golkar adalah Ketua DPW PAN Kalsel H Muhidin yang mantan Walikota Banjarmasin serta calon angota DPR RI terpilih dapil Kalsel 1, Sultan Khairul Saleh. Kini, bola panasnya di tangan Partai Golkar, apakah menolak atau menerima tawaran dari PAN.

“Sesuai instruksi Ketua Umum DPP PAN Zulkifli Hasan, PAN harus berkoalisi dengan parpol mana saja. Nah, kami tawarkan ke Golkar, untuk kader jadi calon wakil gubernur pendamping petahana, kalau oke, kami gabung. Jika tidak, ya kita akan usung kader sendiri,” ucap Ketua DPW PAN Kalsel Muhidin kepada awak media, usai acara pengarahan dan silaturahmi caleg terpilih PAN untuk DPR, DPRD Provinsi Kalsel dan DPRD kabupaten/kota se-Kalsel di Hotel Best Western Kindai, Banjarmasin, Selasa (30/7/2019).

BACA : Sahbirin Berduet dengan Muhidin? Samahuddin : Banyak Variabel Menentukannya

Menurut dia, PAN juga harus mengkalkulasi secara politik, apakah bergabung dengan Golkar itu bagus, atau lebih baik mengusung kader sendiri. Bagi Muhidin, jika dirinya ternyata ditolak Golkar sebagai pendampingi Sahbirin Noor, sebagai calon wakil gubernur, maka nama lainnya disodorkan adalah mantan Bupati Banjar Khairul Saleh. “Nah, jika ditolak keduanya. Kami usung sendiri. Tentunya, PAN akan menjadi lawan petahana di Pilkada Kalsel,” kata mantan Cagub Kalsel dari jalur independen ini.

Disinggung soal ajakan menggabungkan diri dalam koalisi pengusung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Pilpres 2019 dan diulang ke Pilkada 2020, Muhidin menegaskan PAN tidak membatasi diri untuk berkongsi dengan parpol koalisi 02, seperti Partai Gerindra, PKS dan Partai Demokrat. “Ya, seperti perintah ketua umum, PAN harus membuka diri kepada semua parpol. Ini akan kami jalankan di Kalsel,” tegas Muhidin.

BACA JUGA : Opsi Independen, Sultan Banjar Siap Tantang Sahbirin di Pilgub Kalsel

Soal tawaran dari PAN untuk memilih dua kadernya jadi pendamping Paman Birin, Ketua Harian DPD Partai Golkar Kalsel H Supian HK enggan berkomentar. Didesak soal tawaran hingga ancaman PAN bakal mengusung kader sendiri jika ditolak PAN, lagi-lagi H Supian langsung menjawab. “Saya no comment soal itu,” kata Supian HK, saat ditemui awak media, Selasa (30/7/2019) sore.

Untuk diketahui, dari perhitungan sementara, Golkar sendiri merupakan parpol peraih suara mayoritas di DPRD Kalsel dengan 12 kursi. Dengan itu, sesuai persyaratan 20 persen dari total 55 kursi yang ada, berarti partai pemenang Pemilu 2019, bisa mengusung sendiri. Sementara PAN hanya enam kursi, sehingga memenuhi batas minimal 11 kursi, harus mencari tambahan lima kursi lagi.

BACA LAGI : Viralkan Dua Noor, Nama Rosehan Jadi Pendamping Sahbirin Menguat

Sementara itu, Partai Gerindra menyabet 8 kursi bersama PDI Perjuangan. Lima kursi masing-masing diraih PKB dan PKS. Lalu, empat kursi milik Partai Nasdem. Sisanya, tiga kursi ditempati PPP dan Partai Demokrat. Terakhir, satu kursi menjadi jatah Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura).(jejakrekam)

Penulis Arpawi/Ipik Gandamana
Editor Didi GS