ACT

Antisipasi Karhutla, 1.512 Personil Disiagakan di 100 Titik Rawan

0 112

MENGANTISIPASI kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di musim kemarau ini, sebanyak 1.512 personel gabungan disiagakan. Penyerahan personel gabungan dari BNPB kepada Pemerintah Provinsi Kalsel, dilakukan dalam Apel Siaga Darurat Pencegahan dan Pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2019 di Banjarbaru, Selasa (30/7/2019).

”KAMI memberikan dukungan kepada provinsi yang rawan kebakaran hutan dan lahan dengan pasukan gabungan sebanyak 1.512 personel,” kata Staf Ahli BNPB, Mayor Jenderal TNI (Purn) Komaruddin Simanjuntak.

Menurut dia, personel tersebut akan ditempatkan di lebih kurang 100 titik rawan karhutla. Mereka akan tidur bersama rakyat dan melakukan sosialisasi untuk mencegah serta memadamkan karhutla. Melalui dana siap pakai, setiap personel akan menerima Rp 145.000 per hari untuk uang lelah dan lauk-pauk.

BACA: Jajaran Korem 101/Antasari Satgas Karhutla 2019

”Kalau dulu kami lebih banyak melakukan penanggulangan, sekarang kami ubah menjadi pencegahan supaya lebih efisien dalam anggaran serta efektif dalam penggunaan pasukan dan peralatan,” ujarnya.  

Sementara itu, Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor mengucapkan terima kasih kepada BNPB, TNI, Polri, BPBD, serta semua pihak yang tergabung dalam satuan tugas (satgas) gabungan pencegahan dan pemadaman karhutla di Kalsel. Adanya satgas gabungan itu sebagai bentuk keseriusan dan kesiapan untuk cepat tanggap dan bergerak cepat dalam mengatasi karhutla di Kalsel.

”Kalsel memang bebas dari gempa bumi dan gunung api. Namun, bencana  banjir, tanah longsor, angin puting beliung, serta karhutla menjadi ancaman bagi lingkungan dan kehidupan di Kalsel,” katanya.

Menurut Sahbirin, karhutla merupakan bencana yang terjadi hampir setiap tahun di Kalsel. Setiap musim kemarau tiba, karhutla menjadi masalah yang dihadapi.”Tentu saja, kami tidak akan menyerah untuk mencegah dan mengatasi karhutla. Bagaimanapun caranya, pengendalian karhutla harus diupayakan semaksimal mungkin,” ujarnya.

Kepala BPBD Kalsel Wahyuddin mengatakan, hampir setiap hari terpantau 10 titik panas (hotspot) di Kalsel. Kebakaran lahan juga mulai terjadi di wilayah Kota Banjarbaru, Kabupaten Banjar, Tanah Laut, dan Hulu Sungai Selatan.

”Bisa dibilang 99 persen pemicunya adalah kelalaian manusia karena membakar sampah, membuang puntung rokok, dan sebagainya. Di samping karena kelalaian, juga karena kesengajaan dari oknum masyarakat dan perusahaan  yang membuka lahan dengan cara membakar,” imbuhnya.(jejakrekam)

Penulis Balsy
Editor Fahriza

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.