Gantikan Jeruk Sungai Madang, Jeruk Puntik Mulai Banjiri Pasar Buah

JERUK unggulan Kalimantan Selatan seperti varietas Sungai Madang, agak susah dicari. Kini pasar buah-buahan tropis di Banjarmasin, telah diganti jeruk yang dihasilkan dari Desa Puntik dan Mandastana, Kabupaten Barito Kuala (Batola).

TERHITUNG hampir satu pekan lebih, jeruk manis hasil perkebunan warga di Desa Puntik dan sekitarnya, telah memenuhi pasar buah lokal di ibukota Provinsi Kalimantan Selatan. Harganya cukup murah tergantung besar dan kecilnya ukuran buah.

Adi, warga Banjarmasin yang menjual jeruk puntik ini mengungkapkan saban hari sedikitnya ada tiga pikul jeruk puntik  atau setara 150 kilogram lebih dibawa ke Banjarmasin. Ia pun menjual harga per kilogram tergantung ukuran. Untuk ukuran kecil dibandrol Rp 8 ribu per kilogram. Ukuran sedang ditawarkan Rp 10 ribu dan terbesar Rp 13 ribu per kilogram.

BACA : Para Tengkulak Bermain, Pemkab Batola Harus Segera Turun Tangan

“Lumayan jeruk puntik ini cukup tinggi animo masyarakat untuk membelinya di saat musim kemarau seperti sekarang. Rasanya lumayan manis dan tidak asam. Memang, kalau bicara kualitas, tentu jeruk Sungai Madang jauh lebih hebat,” ucapAdi kepada jejakrekam.com, saat ditemui berjualan di Jalan Pramuka, Banjarmasin, Minggu (28/7/2019).

Meski kulitnya lebih tebal dibanding jeruk Sungai Madang, Adi mengungkapkan jeruk keprok asal Desa Puntik ini saat tiba di Banjarmasin sudah dua tangan. Artinya, Adi mengambil dari pengumpul yang ada di Handil Bakti, yang mengambil ke desa-desa penghasil di Kecamatan Wanaraya dan Mandastana.

“Memang, untuk tiga pikul terkadang habis dalam dua hari. Kalau sudah habis, kami ambil lagi dari pengepul. Pokoknya, jeruk Puntik ini kebanyakan yang memenuhi pasar. Untuk jeruk Sungai Madang, masih belum panen. Tapi, jeruk Puntik walau kulitnya hijau, tapi daging buahnya tetap manis dan menyegarkan,” kata Adi, dengan menggunakan mobil pickup sebagai wadah berjualan di tepi jalan.

BACA JUGA : Jeruk yang Manis Itu, Ya Aslinya dari Sungai Madang

Ia berharap jeruk-jeruk lokal bisa menjadi raja sendiri di pasar buah tradisonal Banjarmasin, di tengah gencarnya impor buah dari luar negeri, terutama dari Tiongkok. Dengan harga yang terjangkau, Adi yakin jeruk puntik bisa mengisi kekosongan musim buah yang cukup berlangsung lama di musim kering ini.(jejakrekam)

Penulis Sirajuddin
Editor Didi GS