Musikalisasi Puisi EBTAM, Mengangkat Karya Sastrawati Nailiya Nikmah

KALIMANTAN Selatan sebenarnya kaya dengan sastrawati. Sayang, tak segaris lurus, justru eksistensi karya mereka terabaikan. Even sastra Indonesia modern pun terbilang jarang dihelat. Kebanyakan gelaran itu diinisiasi pribadi sastrawan atau sastrawati.

SEGUDANG karya Nailiya Nikmah JKF, telah lahir dari olah pikir dan goresan penanya. Salah satunya, buku puisi berjudul Entah Bagaimana, Tetiba Aku Mencintamu (EBTAM).

Sastrawati yang lahir pada 9 Desember ini, sebenarnya juga menulis karya lainnya seperti Nyanyian Tanpa Nyanyian (antologi cerpen bersama, 2007), Menulis Mudah (kumpulan esai bersama, 2008), Konser Kecemasan (antologi puisi bersama, 2010), Rindu Rumpun Ilalang (antologi cerpen, 2010), Pelangi di Pelabuhan (antologi cerpen penulis FLP Kalsel, 2011) dan Kalimantan dalam Prosa Indonesia (2011).

BACA : Hari Puisi Indonesia Internasional di Banjarmasin: Untuk Apa (dan Siapa)?

Ini belum lagi, ada pula cerpen yang dihasilkan Nailiya Nikmah berjudul Mangadap Langit, juara harapan III Lomba Menulis Cerpen Bahasa Banjar se-Kalsel (Disbudparpora Kalsel,dimuat dalam buku antologi kisdap Malam Kumpai Batu (2012). Ada pula, puisinya juga dimuat dalam Tadarus Rembulan,antologi puisi Aruh Sastra Kalimantan Selatan (ASKS,2013) .

Berikutnya, puisi Romansa Tanah Basah termasuk 15 Puisi Nominasi Lomba Menulis Puisi ASKS(2013). Lau, novel Sekaca Cempaka terpilih sebagai Novel Unggulan Lomba Menulis Novel ASKS(2013). Pada Juli 2014, novelnya, Sekaca Cempaka, diterbitkan Quanta, Elexmedia, Penerbit Kompas-Gramedia(2015).

Selain itu, esai Nailiya Hikmah juga dirilis di buku Me+You=Sakinah, kumpulan True Stories(Penerbit Zukzezz Ekspres, 2019), esai lainnya terdapat di buku Banjar Female Blogger Stories(Penerbit Zukzezz Ekspress). Teranyar adalah Entah Bagaimana, Tetiba Aku Mencintaimu(EBTAM) sebuah buku kumpulan puisinya yang diterbitkan Tahura Media (2019).

Sebagai bentuk apresiasi, Datamur Present, Penerbit Tahura Media dan UPTD Taman Budaya Provinsi Kalsel menggeber musikalisasi puisi, baca pusi dan bincang buku puisi bertajuk EBTAM, karya Nailiya Nikmah JKF.

BACA JUGA : Datangkan 150 Penyair, Puisi Jangan jadi Barang Ekslusif

Sastrawan senior dari Datamur Present, Y.S Agus Suseno mengungkapkan EBTAM merupakan judul puisi yang akan dibahas Dr Hatmiati Masyhud, sastrawati yang juga komisioner KPU Kalsel dan Rahmiyati, sastrawi dan juga Guru SMAN 3 Barabai, Kabupaten Hulu Sungai Tengah.

“Nantinya, Sanggar Batu Benawa dari SMKN 2 Barabai dan Teater Wasi Putih dari Politeknik Negeri Banjarmasin yang akan menyajikan musikalisasi puisi di Gedung Balairung Sari, Taman Budaya Kalsel pada Jumat (26/7/2019) malam, pukul 20.00 Wita,” tutur Agus Suseno kepada jejakrekam.com di Banjarmasin, Rabu (24/7/2019).

BACA LAGI : Terinspirasi Kehidupan Banjar Hulu, Si Pilanggur pun Masuk Deretan Sastra Rancage

Menurut Agus Suseno, lewat kegiatan itu dengan menyajikan dan mendiskusikan puisi-puisi karya Nailiya Nikmah yang telah banyak berkarya demi kemajuan sastra modern di Kalsel. Terutama, bagi para penikmat karya sastra dari segala strata dan usia.

“Acara ini gratis untuk umum, jadi silakan saja datang ke Gedung Balairungsari. Namun, untuk menghargai sebuah karya sastra, tentu para pengunjung bisa membeli buku yang disediakan di pintu masuk seharga Rp 50 ribu per eksemplar,” imbuhnya.(jejakrekam)

 

Penulis Siti Nurdianti
Editor Didi G Sanusi
Subscribe to our newsletter
Sign up here to get the latest news and updates delivered directly to your inbox.
You can unsubscribe at any time