Suara Mirip Charly, Yudha Pengamen Jalanan yang Tembus Audisi Sing Like a Star

MENGASAH olah vokal belasan tahun dari jalanan, mengantarkan Yudha ‘D Kepiting bisa menembus tiket Sing Like a Star, ajang pencarian bakat yang dihelat stasiun TV swasta, SCTV di Jakarta. Yudha pun menyingkirkan 110 peserta asal Banjarmasin untuk berlaga di kancah nasional.

YUDHA sendiri dikenal sebagai pengamen jalanan yang mangkal di warung makan khas Banjar, seperti Warung Soto Kuwin Jaya di Jalan Katamso, serta Warung Nasi Kuning Rahmat di Jalan Perintis Kemerdekaan (Andalas) Banjarmasin, ditemani sahabat karibnya, Ramadhani alias Jepang.

Suara khas serak-serak basah mirip pentolan ST1 atau Setia Band, Charly van Houten, membuat para juri terkesima seperti vokalis kawakan Gigi Band, Arman Maulana, penyanyi dangdut senior, Rita Sugiarto dan juri lainnya.

Dalam audisi pencarian bakat di Jakarta, Yudha membawa tembang andalan ST2 berjudul Tak Dapat Apa-Apa. Ternyata, suara alami Yudha ini dipilih para juri dan berhak melenggang ke babak selanjutnya.

BACA : Jefry‘JEF’ Tribowo: Bikin Lagu Banjar Jadi Ngepop

“Rencananya, akhir bulan ini (Juli), saya akan masuk karatina untuk mengikuti ajang Sing Like a Star SCTV. Alhamdulillah, waktu audesi, saya terpilih dari 110 peserta asal Banjarmasin,” ucap Yudha saat mengamen di Warung Nasi Kuning Rahmat kepada jejakrekam.com, Jumat (19/7/2019).

Dengan kocek sendiri, Yudha pun nekat berangkat ke Jakarta untuk membuktikan bakat alami yang dimiliknya. Butuh dana Rp 3 juta lebih untuk bolak-balik Banjarmasin ke Jakarta. Untungnya, sewaktu pulang dan lulus audesi, Walikota Banjarmasin Ibnu Sina membantu membelikan tiket pesawat yang saat itu tengah melonjak naik harganya.

Mengamen dari satu tempat ke tempat lainnya, olah vokal Yudha dan petikan gitarnya yang menemani, belajar dari alami. Menurut Yudha, sejak bujangan, dirinya memang senang bergadang dengan teman-teman sebayanya, hingga mahir membawa lagu-lagu pop dan daerah, khususnya lagu Banjar. Khususnya, saat bergadang di kawasan Kelayan, pemukiman penduduk terpadat di ibukota Kalsel itu.

“Kami senang membawakan lagu Banjar, khususnya karya maestro Anang Ardiansyah. Lagu-lagu beliau seperti memiliki daya magis, sehingga perlu penjiwaan untuk menyanyikannya,” ucap Yudha.

BACA JUGA : Kenangan Label Suryanata Record, Lagu Banjar yang Kini Kehilangan Cengkok

Walhasil, Yudha bersama Ramadhani Jepang pun diajak Jefry ‘JEF’ Tribowo, sang pencipta lagu ‘Ayo ke Banjarmasin, Waja Sampai Kaputing, dan Kayuh Baimbai yang kini dijadikan Pemkot Banjarmasin sebagai lagu ‘wajib’ setiap perhelatan di Balai Kota dan lainnya. Garapan video klip, mengangkat lagu karya maestro lagu Banjar, Anang Ardiansyah berjudul ‘Sangu Batulak’, terbukti banyak yang menontonnya di akun berbagi video, Youtube.

Menurut Yudha, lagu-lagu Banjar khususnya karya maestro Anang Ardiansyah patut dilestarikan dan dibawakan kepada para pengunjung warung makan atau restoran, sehingga lagu itu terus abadi di telinga masyarakat.

Warga Kelayan Gang Setuju Banjarmasin Selatan ini mengaku sengaja mengikuti audesi di Jakarta, demi membuktikan jika Kalsel juga punya talenta yang tak boleh dipandang sebelah mata. Sebagai penggemar berat Charly van Houten dengan ST12 dan Setia Band, Yudha pun hampir hafal lagu-lagu karya band yang kesohor pada awal 2000-an, lewat albumnya P.U.S.PA (2008) dirilis Trinity Optima Production. Selain itu, Yudha pun kerap membawakan lagu-lagu terkini bertema cinta dan asrama yang lagi ngehit.

“Sebagai pengamen jalanan, tentu harus pintar-pintar mengikuti tren atau selera bermusik masyarakat. Makanya, kami sering tengok di Youtube dan media sosial lainnya, apa yang lagi ngehit sekarang,” ucap Yudha.

Terbukti, saat Yudha dan Ramadhani tengah mengamen membawakan lagu ST12, ternyata video ini viral dan dilirik warganet, hingga Ivan Gunawan dan Roben Unsu pun mengundangnya di acara Brownies di Jakarta.

“Ya, semoga lewat ajang pencarian bakat Sing Like a Star ini, saya bisa masuk final dan juara. Saya mohon doa dan dukungan masyarakat Banjarmasin,” ucapnya.

BACA LAGI : Jangan Terbelenggu Pakem Kedaerahan, Lagu Banjar Perlu Sentuhan Modernitas

Yudha mengatakan bisa bersyukur  tembus ke ajang pencarian bakat yang diikuti peserta seluruh Indonesia, hingga bersaing dengan para talenta-talenta baru yang ingin memasuki dunia entertainment nasional begitu ketat persaingannya.

“Semoga saya bisa mengikuti jejak para penyanyi kawakan seperti Iwan Fals, Ebiet G Ade dan lainnya yang berawal dari pengamen jalanan. Saya mohon doa dan restunya,” imbuh Yudha.(jejakrekam)

 

Penulis Siti Nurdianti
Editor Didi GS
Subscribe to our newsletter
Sign up here to get the latest news and updates delivered directly to your inbox.
You can unsubscribe at any time