ACT

Tiga Bulan Gaji Tak Dibayar, Buruh FSPMI Gelar Demo di DPRD Kalsel

0 270

PULUHAN buruh tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Kalsel menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung  DPRD Kalimantan Selatan, Jalan Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Kamis (18/7/2019).

PARA karyawan  ini menuntut agar wakil rakyat di DPRD Kalsel memperjuangkan hak mereka yang belum dipenuhi pihak perusahaan. Tercatat, tiga bulan para buruh tidak menerima gaji.

Para pendemo ini terdiri dari buruh dua perusahaan di Kalsel yakni pekerja PT Borneo Murni Sakti Chemical. Mereka mengungkapkan upah yang diterima tidak sesuai upah minimum provinsi (UMP) dengan pembayaran dicicil. Kemudian, iuran BPJS Ketenagakerjaan dan Kesehatan tidak dibayar lagi oleh perusahaan. Bahkan, ada satu karyawan yang meninggal, perusahaan juga tidak melakukan pembayaran.

BACA : Aksi May Day, Dua Organisasi Buruh di Kalsel Usung 7 Tuntutan

Sedangkan, di PT Kalimantan Agung, upah karyawan belum dibayar sejak tiga bulan terakhir. BPJS kesehatan hanya sebagian kecil saja yang diikutsertakan. BPJS Ketanagakerjaan pun tidak dibayar. Para buruh juga mengadukan soal gaji sudah dipotong.

Tidak hanya itu, mereka melihat ada kejanggalan pada lembaga kerja sama (LKS) Tripartir dan Dewan Pengupahan Provinsi Kalsel. “Permasalahan yang dialami para buruh ini tengah diverifikasi,” ucap Ketua DPW FSPMI Kalsel Yoeyoen Indharto, dalam aksi demonstrasinya.

Aksi ini pun mendapat mengawal ketat aparat kepolisian. Para buruh pun mengusung beberapa poster berisi tuntutan untuk didengar para wakil rakyat DPRD Kalsel. Mereka mendesak agar dua perusahaan yang dituding tak mematuhi regulasi perburuhan segera dipanggil dewan.

BACA JUGA : Buruh Desak Outsourcing Dihapus, Saat Ini Ada Empat Kasta Pekerja

Anggota Komisi IV DPRD Kalsel Haryanto mengutarakan, persoalan ketenagakerjaan di Kalsel memang rentan. Akar masalahnya adalah pada pengawas ketenagakerjaan. “Kalsel hanya punya 50 lebih pengawas ketenagakerjaan. Sedangkan perusahaannya ada, justru banyak sekali,” ucap Haryanto.

Terkait tuntutan FSPMI Kalsel, legislator PKS ini memastikan akan segera menyelesaikan. Dia menjanjikan pada Agustus nanti, pihak perusahaan akan dipanggil DPRD Kalsel untuk didengar keterangan dan menindaklanjuti aspirasi para buruh.(jejakrekam)

 

Penulis Ipik Gandamana
Editor Didi GS

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.