Akhir Juli, Pembangunan Tiga Jembatan di Sungai Lulut Mulai Digeber

REKAYASA lalu lintas akan diberlakukan di ruas Jalan Veteran dan Jalan Martapura Lama, penghubung Banjarmasin dan Kabupaten Banjar, saat pembangunan tiga jembatan digarap PT Multi Usaha Pembangunan.

KONTRAKTOR pemenang tender pembangunan tiga jembatan senilai Rp 18,6 miliar itu, terlebih dulu membangun jembatan dararut untuk pengendara roda dua dari Banjarmasin ke Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar atau sebaliknya.

“Jembatan darurat atau jembatan alternatif untuk roda dua sebagai pengganti Jembatan Sungai Gardu I dalam proses pembangunan. Kami targetkan akhir Juli ini selesai,” ucap kontraktor PT Multi Usaha Pembangunan, Khair, Jumat (12/7/2019).

Sedangkan, menurut Khair, bagi pengguna roda empat tidak lagi bisa melewati akses Jalan Veteran ke Martapura Lama atau sebaliknya, diarahkan ke Jalan Rahayu. Ia menjelaskan tiang pancang untuk struktur utama jembatan yang diperbaiki dijadwalkan akhir Juli sudah masuk ke lokasi.

BACA : Jembatan Darurat Dibangun, Rekayasa Lalu Lintas Segera Diberlakukan Di Sungai Lulut

Selanjutnya, masih menurut dia, akan dipasang pondasi bagian bawahnya dengan tenggat waktu di akhir Oktober, sehingga struktur utama jembatan sudah terbentuk. “Akhir November, selambat-lambatnya sudah bisa dinikmati Jembatan Sungai Gardu I yang baru,” ujarnya.

Khair menyebut, dalam pengerjaan jembatan darurat dan pemancangnya berdiri di atas Sungai Martapura itu, tidak mengganggu aktivitas lalu lintas, terutama struktur utama jembatan saat mulai didiirkan.

“Kesulitan kami hanya adanya jaringan utilitas seperti kabel listrik dan Telkom, serta pipa milik PDAM yang berdempetan dengan badan jembatan. Semrawut dan tentu sangat berbahaya,’ tutur Khair.

BACA JUGA : Macet Tahunan, Jembatan Sungai Lulut Diperlebar

Untuk diketahui, sesuai skedul per Agustus 2019 ini, PT Multi Usaha Pembangunan. Multi Usaha selaku pemenang tender pembangunan tiga jembatan yakni Jembatan Sungai Gardu I, Sungai Gardu II dan Sungai Lulut senilai Rp 18.661.138.000.

Tercatat, ada 50 pemilik bangunan terdampak pembangunan tiga jembatan. Pemkot Banjarmasin sendiri telah mengelontorkan dana mencapai Rp 15 miliar dari total pagu Rp 30 miliar dari APBD 2019 untuk ganti rugi melalui pembayaran di Bank Kalsel pada 24-26 Juli 2019 lalu. Sesuai pagu anggaran dalam laman LPSE Kalsel, tiga jembatan sebagai penghubung Banjarmasin-Banjar ini dialokasikan dana Rp 19.508.000.000 atau Rp 19,5 miliar lebih.

BACA LAGI : Pembebasan Lahan Belum Beres, Pembangunan Jembatan Sungai Lulut Bakal Molor

Jembatan baru ini menggantikan model jembatan ulin dengan girder beton. Bentang utama jembatan melengkung di atas sungai, sehingga bisa dilewati moda transportasi sungai seperti jukung dan perahu kecil mencapai 20,6 meter dengan lebar 10 meter. Ini ditambah, pagar beton jembatan setinggi 1,5 meter serta trotoar bagi pejalan kaki selebar 1,5 meter.(jejakrekam)

 

Penulis Arpawi
Editor Didi GS