Tingkatkan Kreativitas, 20 Pengrajin Meubel Ikuti Pelatihan Pembutan Kursi Lipat Taman

UNTUK menambah wawasan pengetahuan para pengusaha atau pengrajin Usaha Kecil Menengah (UKM) di Kalsel dalam hal kerajinan meubel kayu agar terus berkembang serta meningkatkan kreativitas, pengetahuan dan inovasi, Dinas Perindustrian Kalsel menggelar pelatihan pengembangan teknis pembuatan kursi lipat taman bagi pengusaha, pengrajin permeubelan se-Kalimantan Selatan.

KEGIATAN yang diikuti 20 peserta dari kabupaten/kota se-Kalimantan Selatan ini berlangsung dari  tanggal 10-19 Juli 2019 di Balai Diklat Industri kayu dan logam Dinas Perindustrian, Desa Kota Raja yang dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Perindustrian Kalsel Mahyuni MT.

Kepala Dinas Perindustrian Provinsi Kalsel Mahyuni MT  mengatakan, pelatihan ini merupakan salah satu upaya dari pemerintah provinsi untuk peningkatan kreativitas para pengrajin meubel, agar menyesuaikan produksi yang sesuai dengan keinginan konsumen.

BACA: Ikuti Permainan Balogo, Wabup HSU Teringat Masa Kecil

“Kegiatan ini pun merupakan kepedulian Pemprov Kalimantan Selatan, seperti yang dikumandangkan Gubernur, yakni kita harus memilih daya saing, melalui peningkatan kwalitas produksi, serta ide-ide kreatif,” Kata Mahyuni

Dirinya menambahkan, selama ini produksi meubel berbahan ramah lingkungan seperti dari bahan kayu sangat diminati pasar ekspornya, karenanya para pengrajin dituntut untuk selalu meningkatkan kreativitas dan inovasi agar kedepan produksinya dapat diterima lewat pasar ekspor tersebut.

Ditambah lagi, dengan harapan besar menjadikan Kalsel sebagai tujuan ekspor impor secara langsung, melalui pelabuhan laut dan jalan tol Kedepannya. “Kita berharap nantinya pelabuhan tol laut ada di daerah kita, ditambah jalan tol yang menghubungkannya, supaya kapal-kapal ekspor itu dapat bongkar muat seperti halnya pelabuhan Tanjung Priok, atau tanjung perak di Surabaya,” katanya.

BACA JUGA: Permainan Tebak-Tebak Manggis Dilupakan, Kulitnya Dipercaya Berkhasiat

Terkait bahan baku, Mahyuni menyebut, para pengusaha atau pengrajin nantinya tidak hanya menggunakan bahan baku kayu lokal yang terbilang masih mudah didapat seperti jenis kayu meranti dan sebagainya, akan kedepan dapat juga menggunakan bahan-bahan yang masih tidak umum dipakai seperti kayu kelapa atau dari kayu galam.” Harapannya sambil menunjukkan hasil meubel berbahan kayu kelapa.

Dirinya juga berharap agar melalui pelatihan ini para pengusaha atau pengrajin dapat menghasilkan produk-produk yang dapat diminati tidak hanya untuk di konsumen di daerah, tetapi juga untuk konsumen dari luar daerah,” imbuhnya.(jejakrekam)

Penulis Muhammad
Editor Fahriza
Subscribe to our newsletter
Sign up here to get the latest news and updates delivered directly to your inbox.
You can unsubscribe at any time