Diserbu Budaya Pop, Pemda Harus Lindungi Keberadaan Seniman Daerah

PENGEMBANGAN kesenian daerah menjadi tanggungjawab penuh pemerintah daerah dalam melindungi dan terus menjaganya. Ini menjawab tantangan di tengah rendahnya apresiasi masyarakat terhadap kesenian daerah.

HAL ini diungkapkan Wakil Ketua Dewan Kesenian Provinsi Kalsel, Taufik Arbain dalam kegiatan komunikasi peningkatan peran serta masyarakat dan apresiasi masyarakat terhadap perkembangan kesenian daerah gelaran Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Tabalong di Aula Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Tabalong, Tanjung, Rabu (10/7/2019).

“Dalam perspektif Kesbangpol, kontruksi berpikir dalam memahami kebudayaan maupun berkesenian, terletak pada konten dan orientasinya,” ucap Taufik Arbain.

Dosen FISIP Universitas Lambung Mangkurat (ULM) ini mengatakan konten dan orientasi berkelindan dengan soal kebangsaan, kebhinekaan dan keindonesiaan. “Harapan pemerintah, bagaimana seniman di daerah mampu melakukan inovasi dengan tetap memperhatikan konten, bukan sekadar bentuk penghormatan terhadap seni,” ucap Datu Cendikia Kesultanan Banjar ini.

BACA : Seniman Kalteng Rilis Video Klip Lagu Kalimantan Tengahku

Menurut Taufik, pemerintah sendiri dalam mengayomi kesenian harus berlaku adil, misal dengan memberikan kesempatan yang sama kepada semua pelaku seni untuk tampil, berkreasi dan berinovasi.

“Ini di tengah kondisi daya apresiasi masyarakat terhadap kesenian daerah, yang bisa dikatakan masih rendah,” ucap Taufik.

Salah satu pemicunya, diungkapkan Taufik adalah gencarnya propaganda dan banyaknya pilihan kesenian modern atau pop, sehingga mempersempit ruang gerak kesenian daerah.

Sementara itu, Kepala Badan Kesbangpol Tabalong, Rahmadi Amir mengatakan kegiatan yang digelar untuk meningkatkan peran serta masyarakat dalam perkembangan kesenian daerah.

“Kegiatan ini sebagai motivasi dan mendorong masyarakat agar ikut melestarikan budaya warisan masa lampau, yang saat ini mulai banyak tidak dikenal lagi generasi muda,” katanya.

BACA JUGA : Donasi Korban Longsor Pumpung, Seniman Banjarbaru Helat Pentas Seni

Seni budaya dinilai Rahmadi Amir sebagai elemen penting untuk memupuk jati diri bangsa sehingga kegiatan pembinaan harus selalu dilakukan. Kegiatan itu sendiri dihadiri oleh 60 peserta, terdiri dari perwakilan 24 sanggar seni yang ada di Tabalong, perwakilan Kementerian Agama (Kemenag) Tabalong dan kepala bidang serta jajaran Kesbangpol.

Tak hanya menghadirkan Taufik Arbain yang juga Staf Khusus Gubernur Kalsel, pemateri lainnya diisi Kepala Badan Kesbangpol Tabalong dan Kabid Ketahanan Seni Budaya Agama Kemasyarakatan dan Ekonomi, H Jamaludin. (jejakrekam)

Penulis Herry Yusminda
Editor Didi GS