Awal Agustus Stadion Tuah Pahoe Siap Digunakan

PENANTIAN panjang masyarakat Kalteng guna menonton langsung Kalteng Putra berlaga di Stadion Tuah Pahoe, Palangka Raya, segera berakhir.

HOMEBASE Laskar Isen Mulang ini diperkirakan akhir Juli dan paling lambat awal Agustus, sudah bisa digunakan. Saat ini pengerjaannya terus dikebut, agar Kalteng Putra tidak lagi mengarungi Liga 1 di kandang sementaranya, Stadion Sultan Agung (SSA) Bantul, Jawa Tengah.

“Insya Allah akhir Juli atau paling lambat awal Agustus sudah bisa digunakan. Rumputnya sudah tumbuh 69 persen dan rata, tapi masih menungu akarnya kuat. Kalau tidak, bisa tercabut saat digunakan untuk pertandingan nanti,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kalimantan Tengah Shalahuddin, Rabu (3/7/2019).

Diungkapkannya, Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran sudah beberapa kali meninjau renovasi stadion dan mendesak agar pengerjaannya dikebut agar tepat waktu digunakan untuk pertandingan Kalteng Putra.

“Rumput yang ditanam merupakan rumput manila, jenis zoysia matrela. Rumput ini sangat mudah pemeliharaannya dan akar rumput relatif kuat, sehingga untuk pertandingan sepakbola tidak mudah tercabut, jika memang akarnya benar-benar sudah kuat,” katanya.

Sedangkan lampu stadion, lanjutnya, sudah diganti yang semula 800 lux menjadi 1.200 lux. Begitu juga dengan genset, yang sudah diujicoba 22 Juni lalu, dan hasilnya pencahayaan sangat terang seperti siang hari.

Untuk dua sisi lapangan yang belum ada tribun, rencananya akan dimasukan dalam tahun anggaran berikutnya. Begitu pula lintasan lari yang ada di pinggir lapangan, akan menggunakan tartan, namun baru akan diusulkan di tahun anggaran 2020 nanti.

Terpisah, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Kalimantan Tengah Falery Tuwan mengatakan, beberapa waktu lalu pihaknya bersama beberapa praktisi olahraga juga sudah meninjau Stadion Tuah Pahoe untuk melihat langsung perkembangan pengerjaannya.

“Sewaktu kami tinjau beberapa waktu lalu, tinggal menunggu kerapatan rumput, penyiraman sudah gunakan mesin sehingga tidak manual lagi. Yang terpenting lagi nanti pemeliharaannya setelah stadion selesai dikerjakan. Nanti ada penilaian lagi dari PSSI tentang kelayakannya,” kata Falery.

Untuk pemeliharaan, rencananya Dispora akan menyusun manajemen pengelolaan dan berencana membentuk unit pelaksana teknis.(jejakrekam)

Penulis Tiva
Editor Andi Oktaviani
Subscribe to our newsletter
Sign up here to get the latest news and updates delivered directly to your inbox.
You can unsubscribe at any time