Kendati Berprestasi, Reyhan Gagal Masuk SMPN2 Karena Sistem Zonasi

IMPIAN Reyhan untuk bisa masuk ke SMP Negeri 2 Banjarmasin kandas. Sebab, Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jenjang SMP yang dibuka pada 1 hingga 4 Juli 2019 di Banjarmasin mengacu pada sistem zonasi sekolah melalui penilaian domisili.

BERDASAR ketentuan dan aturan seleksi jalur zonasi, calon peserta didik baru mesti sesuai wilayah administratif kecamatan. Selanjutnya, menentukan terlebih dahulu zonasi SMPN sesuai asal lulusan sekolah dasar sebelum melakukan pendaftaran.

Sementara, Reyhan merupakan lulusan dari SDN Surgi Mufti 5, yang berlokasi di Jalan Malkon Temon, Banjarmasin Utara. Sedangkan SMPN 2 Banjarmasin terletak di Jalan Batu Benawa, Banjarmasin Tengah.

BACA: Hari Pertama PPDB Online SMA/SMK, Terjadi Gangguan di Koneksi Server Internet

Walhasil, kedua orangtuanya yang ikut mendampingi tampak kecewa. Wajar saja, jika Reyhan tak bisa mengamankan bangku sekolah yang diidamkannya. Ini lantaran, orangtuanya mengira sistem yang digunakan saat ini masih menggunakan zona domisili. “Sekarang jarak sekolah juga dihitung,” ujar Aries, ayah dari Reyhan.

Padahal, jika melihat hasil nilai yang dicapai anaknya cukup memuaskan. Sehingga dirinya berpikir bisa menyekolahkan buah hatinya di sekolah terbaik. “Ternyata tidak. Tentunya kecewa, karena sudah berbagai cara membimbing anak. Hingga menjadi ranking 1 di kelasnya,” katanya.

Ibunya pun tampak mengungkapkan rasa kekecewaannya, karena merasa tak ada gunanya mendidik dan memberikan waktu jam tambahan belajar. “Ini menjadi sia-sia, mending ke swasta saja,” keluhnya.

BACA JUGA: Sistem Zonasi PPDB Bisa Buka Peluang Kongkalingkong Sekolah dan Orangtua Siswa

Lantas, apakah ia tak mengetahui adanya jalur prestasi? Aries menyebut mengetahui adanya informasi tersebut, sehari sebelum pendaftaran dibuka usai mendapatkan rapot. “Sehingga belum ada kesiapan untuk melengkapi,” katanya.

Dirinya menyebut, sudah meminta pertolongan ke kepala sekolah untuk bisa ditampung. Namun, usahanya tak berhasil.

Sementara, Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin, Totok Agus Daryanto ketika dikonfirmasi malah mempertanyakan alasan tak menggunakan jalur prestasi. “Waduh, kenapa gak pake jalur prestasi?. Ya, itu nanti bisa saja dibijaksanai,” imbuhnya.(jejakrekam)

Penulis Arpawi
Editor Fahriza