ACT

Ingin Pecahkan Mitos, Demi Dua Periode, Walikota Ibnu Sina Akui Dekati Gerindra

0 509

MITOS tak ada yang mampu bertahan dua periode di Balai Kota, ingin coba dipatahkan Walikota Banjarmasin Ibnu Sina. Saat ini, parpol pengusung sang petahana, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dikabarkan tengah menjajaki berkoalisi dengan Partai Gerindra.

SELAMA ini, sejak pilkada langsung digelar, tak ada Walikota Banjarmasin yang mampu menorehkan catatan bisa duduk dua periode atau 10 tahun sebagai pemimpin ibukota Provinsi Kalimantan Selatan. Sebagai contoh, ketika Walikota HA Yudhi Wahyuni sukses meraih kemenangan di Pilkada 2005, bersama Alwi Sahlan yang diusung PKS dan PAN.

Saat berlaga di Pilwali Banjarmasin 2010, HA Yudhi Wahyuni berduet dengan Ketua DPD PAN Banjarmasin Haryanto, ketika itu harus mengakui keunggulan sang penantang, Muhidin berpartner dengan Irwan Anshari, dengan selisih suara cukup mencolok. Sang petahana hanya meraup 86.926 pemilih berhadapan dengan 123.058 suara milik Muhidin-Irwan.

BACA : Lawan Calon Politik Uang, PKS Dorong Ibnu Sina Berlaga di Pilwali Banjarmasin

“Mitos bisa dipecahkan, asalkan mendapat dukungan seluruh warga (Banjarmasin). Makanya, saya tunjukan kinerja saja. Di tahun ketiga ini, mulaiterlihat pembangunan Kota Banjarmasin. Jika ada yang protes dengan hal itu, silakan saja,” ucap Walikota Ibnu Sina kepada awak media di Banjarmasin, Kamis (27/6/2019).

Mantan Ketua DPW PKS Kalsel ini mengungkapkan jika pemimpin itu dekat dengan rakyat dan membuktikan hasil pembangunannya, tentu akan bisa menjawab mitos tersebut.

“Rakyat yang akan menentukan nanti.Kalau suka, tentu mereka akan meminta kembali. Namun, jika kecewa, mereka dengan sangat kejam menghukum kita untuk diturunkan,” ucap Ibnu Sina.

BACA JUGA : PKS Tetap Usung Ibnu Sina, Bursa Calon Walikota Mulai Mengemuka

Mengenai rencana kongsi politik, Ibnu Sina pun mengakui saat ini PKS tengah menjajakinya dengan Partai Gerindra. Hubungan harmonis antara kedua parpol itu sudah terbukti dalam Pilpres 2019, sebagai parpol pengusung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Menurut Ibnu Sina, pembicaraan sudah dilakukan, karena tahapan pilkada sudah dikeluarkan KPU RI, walau masih bersifat rancangan. Di mata dia, hal itu sangat wajar ketika parpol melakukan penjajakan, termasuk beberapa kandidat yang mencoba berkomunikasi dengan parpol untuk diusung sebagai calon walikota dan wakil walikota.

BACA LAGI : Jelang Pilwali Banjarmasin 2020, Ibnu-Herman Dipastikan Pecah Kongsi

Mantan anggota DPRD Kalsel ini berpendapat sudah saatnya membaca peta baru tentang perpolitikan di Banjarmasin. Misalnya, menghitung kekuatan parpol dan rencana berkoalisi jelang suksesi 2010.

“Memang, sudah saatnya, calon dan parpol mencoba mengambil kesepakatan-kesepakatan. Saya pun mencoba mambangun komunikasi politik dengan semua pihak. Tentunya, saya berharap mendapat dukungan untuk maju di periode kedua,” ujar Ibnu Sina.

Apakah ada kans untuk berkongsi kembali dengan Wakil Walikota Banjarmasin Hermansyah dalam periode kedua? Ibnu Sina sempat terdiam. Ia menjawab secara diplomatis bahwa politik itu tak bisa ditebak. “Sebab, segala sesuatu bisa terjadi. Anything can happen,” pungkasnya.(jejakrekam)

Penulis Arpawi
Editor Didi G Sanusi

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.