Metode Pembelajaran Profetik Guru Sekumpul yang Lebih Unggul

KH MUHAMMAD Zaini bin Abdul Ghani Al Banjary atau dikenal dengan sebutan Tuan Guru Sekumpul, telah 14 tahun meninggalkan kita. Namun, warisan ilmu dan keteladanan yang tetap abadi hingga sekarang.

ULAMA kharismatik ini semasa hidupnya dikenal sosok bersahaja, santin dan menyampaikan tausyiah agama yang menyejukkan. Hal ini jadi kenangan sekaligus jadi bahan riset sang dosen, Prof Dr Ersis Warmansyah Abbas. Ia mengaku sejak awal 1990-an, rutin menghadiri pengajian mendiang Guru Sekumpul, saban akhir pekan.

“Guru Sekumpul merupakan teladan bagi kehidupan kita, bukan hanya perihal dalam beragama, tapi beliau mengaplikasikan nilai-nilai keislaman,” ucap Ersis Warmansyah Abbas, usai pengukuhan guru besar Universitas Lambung Mangkurat (ULM) di Audiotorium ULM Banjarbaru, Kamis (20/6/2019).

BACA : Luar Biasa, Dua Juta Umat Hadiri Haul Akbar ke-14 Guru Sekumpul

Guru besar FKIP ULM ini mengungkapkan Guru Sekumpul selalu istiqomah mengajarkan hikmah untuk memperbaiki diri, keluarga, lingkungan terdekat, dan masyarakat berbasis pendidikan akhlak guna membangun akhlakul karimah.

“Pengajian atau dakwah yang disampaikan bertujuan agar para jamaah memperkokoh iman kepada Allah SWT, meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT, dan meneladani Rasulullah SAW,” papar Ersis.

BACA JUGA : Berawal dari Dalam Pagar, Lahir Pondok Pesantren di Tanah Banjar

Dosen yang selalu tampil dengan rambut gondrong sebahu ini mengatakan bagi para jamaah yang memperhatikan saat Guru Sekumpul memberi pengajaran, justru dengan senang hati tanpa ada paksaan. “Jadi, keikhlasan dan kerelaan itu bertemu menjadi pembelajaran yang menyambung. Hal ini, harus diterapkan dan ditransfer dalam pembelajaran umum di dunia pendidikan,” papar Ersis.

Dosen prodi pendidikan sejarah FKIP ULM ini mengungkapkan teori pendidikan ala Barat tidak selalu yang terbaik. Sebenarnya, menurut dia, pola pendidikan di Kalsel bisa mencontoh apa yang telah diterapkan Guru Sekumpul kepada para murid atau jamaahnya.

“Jadi, metode pembelajaran yang diterapkan Guru Sekumpul, saya sebut sebagai metode profetik Guru Sekumpul. Model pembelajaran Guru Sekumpul ini saya angkat dalam disertasi,” kata Ersis.

BACA LAGI : Mengenang Kembali Keberkahan Syaikhuna Abah Guru Sekumpul

Berkat penelitiannya itu, Ersis pun dianugerahi gelar guru besar oleh Universitas Lambung Mangkurat (ULM), bersama empat guru besar lainnya yang dikukuhkan Rektor ULM Prof Dr Sutarto Hadi. Bahkan, doktor jebolan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) ini mengatakan di era kekinian sudah terbilang jarang umat menemukan ulama sekharismatik Guru Sekumpul.

“Dari segi pendidikan, Abah Tuan Guru lengkap. Kalau istilah saya, meniru kehidupan Rasulullah SAW dan kemudian mengajarkannya kepada umat Islam,” tandasnya.(jejakrekam)

Penulis Ahmad Husaini
Editor Didi GS