Belajar dari Ghana, Keturunan Pangeran Hidayatullah Dukung Pengembalian Tengkorak Demang Lehman

PANGERAN Yusuf atau yang lebih akrab dipanggil Cepi, generasi keempat Pangeran Hidayatullah kini sedang mengupayakan pengembalian tengkorak kepala Demang Lehman yang masih tersimpan di Museum Volkenkunde, Leiden, Belanda.

GAYUNG bersambut, Pemerintah Kerajaan Belanda juga telah memberi sinyal untuk mengembalikan tengkorak sang panglima Perang Banjar, Demang Lehman yang dibawa usai menjalani hukuman gantung di Alun-Alun Martapura, karena dicap sebagai pemberontak.

“Kami bersyukur karena upaya pengembalian tengkorak Syahidan Perang Banjar, Demang Lehman mendapat dukungan dari masyarakat Banjar dan Pemprov Kalsel melalui Gubernur Sahbirin Noor,” ucap Pangeran Cepi kepada jejakrekam.com, Rabu (19/6/2019).

Dengan pengembalian tengkorak yang disimpan di salah satu museum di Kota Leiden, Belanda, cicit dari Pangeran Hidayatullah ini berharap bisa dikebumikan secara Islami, karena Demang Lehman merupakan salah satu pahlawan dari Perang Banjar.

BACA : Menguak Tabir Gelap Sejarah Demang Lehman (1)

“Upaya pengembalian tengkorak Demang Lehman ini juga dibatu wartawan di Belanda. Karena sebelumnya, pihak Kerajaan Belanda sudah lama menginginkan untuk mengembalikan tengkorak Demang Lehman, namun karena banyak pertimbangan akhirnya tertunda,” tutur Pangeran Cepi.

Ia mengakui seharusnya para wartawan Belanda bisa tiba di Indonesia dan bertemu dengan Gubernur Kalsel Sahbirin Noor di Banjarmasin, namun karena pertimbangan kondisi politik nasional yang masih memanas usai Pilpres 2019 dan gugatan sengketa hasil pemilu di Mahkamah Konstitusi (MK), akhirnya wartawan asing ini tidak mendapat visa kunjungan.

BACA JUGA : Ratu Zaleha, Demang Lehman & Penghulu Rasyid: Ditangkap Saat Ibadah Shalat

“Kekhawatiran pihak Kerajaan Belanda sangat wajar, karena konstelasi politik nasional juga bisa berimbas hubungan diplomatik kedua negara. Ini belajar dari pengalaman saat Belanda mengembalikan tengkorak Raja Ghana, beberapa waktu lalu, membuat hubungan dua negara sempat terputus, karena situasi politik yang memanas di Ghana,” tuturnya.

Pria yang kini bermukim di Cianjur, Jawa Barat ini mengungkapkan hal semacam ini tak ingin terulang, karena hubungan Indonesia dengan Belanda sudah mesra, meski memiliki akar historis yang sangat kental.

BACA LAGI : Pemprov Kalsel Terus Upayakan Pengembalian Tengkorak Kepala Demang Lehman

“Tentunya, kami mengucapkan terima kasih atas dukungan Paman Birin (Gubernur Sahbirin Noor) untuk mengembalikan tengkorak Demang Lehman kembali ke Banua. Karena, sudah ratusan tahun tersimpan di salah satu museum di Belanda,” papar Cepi.

Keseriusan Pemprov Kalsel dibuktikan dengan membantu agar para wartawan Belanda bisa mendapat izin untuk melakukan investigasi kesiapan masyarakat Kalsel dalam menerima pengembalian tengkorak Demang Lehman. “Sekali lagi, kejadian di Ghana ini menjadi salah satu pertimbangan dari pihak Kerajaan Belanda,” tandasnya.(jejakrekam)

Penulis Syahminan
Editor Didi GS