Perantau Asal Lamandau Terbaring Sakit Tanpa Keluarga

MUHAMMAD Subitro, warga Nanga Bulik, Lamandau, yang ingin mencari pekerjaan di Muara Teweh, sekarang terbaring sakit dan dirawat di ICU RSUD Muara Teweh. Hingga Sabtu (15/6/2019), tak ada satu pun keluarganya yang mendampingi.

HUMAS RSUD Muara Teweh Agus Redha mengatakan, M Subitro dirawat sejak Kamis (13/6/2019). Agus mengungkapkan, pasien tersebut sebelumnya tidur di kawasan Pasar Gembira dan di Muara Teweh untuk mencari pekerjaan. “Piihak rumah sakit tetap dan pasti terus melayani dan memberikan pelayanan serta pengobatan yang terbaik dan selayaknya,” katanya.

Sebab, lanjutnya, hal ini merupakan kewajiban untuk melayani masyarakat. “Sekarang sudah dikoordinasikan ke Dinas Sosial PMD Barito Utara,” katanya.

Agus mengungkapkan, keluarga pasien masih belum ada bisa dihubungi. “Seandainya tiba-tiba ada orang lain yang menghubungi pihak keluarga dan meminta biaya, jangan langsung percaya karena itu penipuan,” katanya.

Menurutnya, pasien keadaannya mulai membaik. “Sebelumnya sulit diajak berkomunikasi karena ada gangguan pendengaran dan tanpa identitas. Semoga anggota keluarga mengetahui keadaan dan keberadaan beliau,” katanya.

Subitro yang sudah mulai bisa diajak berkomunikasi mengakui selama berada di Muara Teweh, mencari makan dan tidur di kawasan tepatnya di Pasar Gembira Muara Teweh. “Saya tidak punya anak atau istri, merantau ke Muara Teweh inginmencari kerja. Sudah satu tahun di sini, makan dan minum masyarakat yang memberi. Kalau tidur di jalan atau Pasar Gembira,” katanya.(jejakrekam)

Penulis Syarbani
Editor Andi Oktaviani