ACT

Bantuan Terus Mengalir, Korban Kebakaran Gang Sepakat Butuh Dana Pembangunan Rumah

181

MUSIBAH kebakaran yang melanda warga Jalan Veteran Gang Sepakat RT 23, Kelurahan Kuripan, Kecamatan Banjarmasin Timur, Kamis (13/6/2019) sekitar pukul 03.00 Wita, masih menyisakan duka. Saat ini, tercatat ada 19 rumah yang hangus terbakar dihuni 21 kepala keluarga (KK) dengan 77 jiwa.

PARA dermawan dan donator berdatangan ke lokasi kejadian, karena masih terlihat menyisakan arang sisa kebakaran dari puing-puing rumah milik warga setempat.

“Memang, Pak Gubernur (Gubernur Kalsel Sahbirin Noor) dan Walikota Banjarmasin Ibnu Sina sudah memberi bantuan. Hingga kini, bantuan terus mengalir, terutama pakaian layak pakai, tilam, sandal jepit, mie instan, hingga bantuan banyak sekali, kami sendiri kewalahan menanganinya,” kata Ketua RT 23 Gang Sepakat, Halimatus Sa’adiyah kepada jejakrekam.com, Sabtu (15/6/2019).

BACA : Kamis Dinihari, Gang Sepakat Diamuk Si Jago Merah

Menurut dia, untuk keperluan sehari-hari seperti makan dan minum telah dibuka dapur umum. Ia mengakui untuk membangun kembali rumah yang telah terbakar dibutuhkan waktu cukup lama. Untuk itu, Halimatus berharap bantuan dari para donator lebih baik dalam bentuk makanan siap saji atau berupa uang untuk dana pembangunan rumah kembali.

Ia merincikan bantuan uang yang diberikan Gubernur Kalsel Sahbirin Noor berjumlah Rp 16 juta plus bantuan para dermawan sekitar Rp 1 juta, hingga totalnya Rp 17 juta lebih. “Bantuan itu sudah kami bagikan kepada keluarga korban kebakaran. Masing-masing mendapat Rp 825 ribu per kepala keluarga,” tutur Halimatus.

Bantuan juga datang dari Walikota Banjarmasin Ibnu Sina dengan uang tunai Rp 5 juta dari Baznas Banjarmasin Rp 10 juta,  ditambah penggalangan dana dari pengguna jalan di kawasan Jalan Veteran terkumpul diperkirakan Rp 10 juta. “Insya Allah, besok pagi, kami akan bagikan lagi dari dana yang terhimpun kepada keluarga korban kebakaran,” katanya.

Sementara itu, Saimah, salah satu keluarga yang jadi korban kebakaran mengakui rumah yang telah ditempati selama lebih dari 15 tahun telah sisa puing-puing hitam. “Kami belum tahu sampai kapan bisa membangun rumah kembali. Saya berharap ada bantuan dari pemerintah untuk pembangunan rumah kembali,” kata Saimah.

BACA JUGA : Diancam Dibongkar, Pedagang Kalindo Minta Perlindungan Kapolresta Banjarmasin

Ia menyebut suaminya bekerja sebagai buruh bangunan, saat kejadian tak bisa lagi menyelamatkan barang berharga dan perabot rumah. Tersisa kini hanya pakaian yang ada di badan.

“Syukurnya, banyak bantuan yang datang. Ada yang memberi pakaian bekas layak pakai, tempat tidur hingga makanan. Yang pasti, saat ini kami hanya membutuhkan bantuan untuk pembangunan rumah kembali,” tandasnya.(jejakrekam)

 

Penulis Asyikin
Editor Didi GS

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.